BLITAR - Lima prioritas pembangunan daerah berhasil dieksekusi dengan manis oleh Pemerintah Kabupaten Blitar sepanjang 2023. Kinerja apik tersebut juga membawa Bumi Penataran meraih sejumlah penghargaan dan apresiasi.
Hal ini diungkapkan Bupati Rini Syarifah saat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati tahun 2023 Jumat (15/3).
Di hadapan wakil rakyat, Mak Rini juga mengungkapkan bahwa LKPj merupakan hasil evaluasi capaian kinerja pembangunan tahunan Kabupaten Blitar.
Pada 2023, pemerintah menetapkan “Pembangunan SDM dan Pengembangan Infrastruktur Perekonomian Berbasis Kawasan” sebagai tema pembangungan 2023.
Itu disesuaikan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023. Tema pembangunan ini diterjemahkan dalam beberapa program prioritas.
Yakni, peningkatan akses pelayanan dasar dan penguatan ketahanan sosial; pengembangan kewirausahaan dan keberdayaan komunitas-komunitas dalam event ekonomi kreatif.
Pemantapan tata kelola pemerintahan, penguatan BUMD, dan peningkatan pendapatan daerah; peningkatan penyediaan akses sarana prasarana penunjang perekonomian
Dan meningkatkan realisasi investasi pada sektor produktif dan pengembangan pasar produk unggulan.
“Dalam rangka melaksanakan agenda-agenda pembangunan, tentunya diperlukan sumber daya anggaran di samping sumber daya manusia,” ujar bupati.
Mak Rini mengatakan, priotas pertama dirasa cukup berhasil. Indikasinya, tercatat kenaikan indeks pembangunan manusia, penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB), hingga peningkatan persentase rumah tangga dengan hunian dan akses sanitasi layak pada 2023.
Untuk prioritas kedua, sambung Mak Rini, pemerintah sukses menekan angka pengangguran terbuka (TPT) dan meningkatkan persentase desa mandiri.
Bahkan, kunjungan wisata juga mengalami peningkatan sekitar 9 persen. “Sejak 2021, sudah tidak ada lagi desa yang berstatus ‘tertinggal’ di Kabupaten Blitar,” jelasnya.
Indeks Reformasi Birokrasi tahun 2023 sebesar 71,38 dengan predikat BB atau naik 6,38 poin dibanding tahun sebelumnya.
Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik melalui perbaikan yang berkelanjutan.
Mak Rini juga menegaskaskan, kinerja BUMD di Kabupaten Blitar menunjukkan progres positif. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hambangun Arta Selaras (HAS) menunjukkan perbaikan yang signifikan pada 2023.
“BPR HAS berhasil mencetak laba sekitar Rp 546 juta. Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Penataran pada 2023 mampu menyetor PAD atas kegiatannya di sepanjang tahun 2014-2022 sebesar Rp 2,8 miliar,” katanya, mengungkapkan capaian program prioritas ketiga tahun 2023 tersebut.
Kemudian untuk program prioritas keempat atau peningkatan penyediaan akses sarana prasarana penunjang perekonomian, itu
dibuktikan di antaranya dengan persentase kemantapan jalan mencapai 82,10 persen. Artinya, 1.279 kilometer jalan kabupaten kini berstatus mantap.
“Pada 2023, pemerintah daerah juga melakukan pembangunan Pasar Sidorejo Ponggok melalui dana tugas pembantuan dari Kementerian Perdagangan,” katanya.
Bupati Rini mengatakan, untuk prioritas kelima terkait investasi, realisasi investasi 2023 tercatat sebesar Rp 2,93 miliar atau naik sebesar 69,82 persen.
Kenaikan ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan investasi tahun 2022 sebesar 34,89 persen.
“Capaian nilai ekspor kita pada 2023 tercatat sekitar Rp 23,1 miliar atau lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor 2022 sekitar Rp 8 miliar,” katanya.
Tidak hanya itu, pada 2023, Pemerintah Kabupaten Blitar juga berhasil membawa sejumlah apresiasi dan penghargaan.
Di antaranya, kepala daerah yang berkomitmen menudung ketahanan pangan, Kabupaten Sehat kategori Swasti Saba Padapa, Kabupaten Layak Anak 2023 Kategori Nindya, Nirwasita Tantra kategori Kabupaten Besar Terbaik dari KLHK, Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, Anindhita Wistara Data dari BPS, hingga predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD tahun 2022.
Bagi bupati, prestasi dan penghargaan bukanlah tujuan utama. Namun, itu bisa menjadi motivasi dan pemacu daya saing, membiasakan berpikir dan bertindak secara sistematis, efektif, dan efisien agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Atas nama Pemkab Blitar, kami sampaikan terima kasih. Capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi seluruh perangkat daerah beserta unsur pimpinan daerah, kolaborasi dengan stakeholder terkait, partisipasi aktif masyarakat, serta DPRD sebagai mitra pemerintah. Karena itu atas nama Pemkab Blitar dalam mendukung program pembangunan yang dilaksanakan,” pungkasnya. (*/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila