BLITAR - Kota Blitar semakin berkembang dari waktu ke waktu. Baik secara fisik maupun non fisik. Hal itu ditunjukkan dengan terus meningkatnya indeks pembangunan manusia, meningkatnya usia harapan hidup, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
Sejumlah program pembangunan hingga kesejahteraan masyarakat digulirkan. Salah satunya program unggulan adalah RT Keren. Program tersebut bergerak dibidang fisik maupun nonfisik.
”Program ini bertujuan untuk memeratakan pembangunan hingga tingkat RT. Alhamdulillah, masyarakat merasakan dampak positif dan manfaatnya,” ungkap Wali Kota Blitar Santoso kepada Jawa Pos Radar Blitar, Minggu (31/3/2024).
Pemerintah kota (pemkot) Blitar terus berupaya menjadikan Kota Blitar menjadi kota modern berbasis informasi dan teknologi (IT).
Dalam jangka 5 tahunan, arah pembangunan kota telah tegas terumus dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sesuai visi, yakni terwujudnya Kota Blitar yang keren, unggul, makmur dan bermartabat.
”Visi itu diterjemahkan dalam 5 misi dan diimplementasikan dalam berbagai sasaran dan program pembangunan,” jelas pria berkacamata ini.
Sementara dalam jangka panjang, pemkot sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang akan berlaku mulai 2025 sampai 2024. Kini prosesnya tengah dalam tahap penjaringan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat.
”Jadi kami turun langsung ke masyarakat. Nantinya, dokumen RPJP menjadi panduan dan arah membangun Kota Blitar sampai 20 tahun ke depan,” ungkap Santoso.
Di momen Hari Jadi ke-118 Kota Blitar ini, Santoso berpesan kepada anak muda untuk terus aktif dalam berkarya sesuai potensi masing-masing.
Seperti diketahui, Kota Blitar sedang menikmati bonus demografi. Dimana usia penduduk produktif lebih banyak daripada usia yang belum atau tidak produktif.
Ini, jelas Santoso, jadi kesempatan emas bagi generasi muda untuk menunjukkan karya dan kreativitas terbaiknya.
Maka itu, pemkot terus berupaya memfasilitasi para generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitasnya dalam berbagai bidang.
”Fasilitasi itu melalui program-program yang mendukung kreativitas anak muda. Seperti di antaranya pemilihan duta wisata Kang Mas Diajeng, pemilihan duta pemuda keren, fasilitasi bagi karang taruna hingga ormas kepemudaan,” bebernya.
Tak hanya itu, sejumlah event yang melibatkan anak muda juga diselenggarakan. Baik skala regional maupun nasional. Event tersebut seperti Blitar Ethnic Nasional (BEN) Carnival, Soekarno Coffe Festival, Bung Karno Run dan lain sebagainya.
”Ruang-ruang event ini harus dimanfaatkan anak muda sebagai ajang unjuk kreativitas. Ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan skill dan kreativitas,” tandasnya. (sub/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila