BLITAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar terus berupaya mendukung berbagai program Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.
Dukungan tersebut sebagai bentuk sinergitas dalam rangka mewujudkan visi misi Pemkot Blitar, yakni Blitar Keren, Unggul, Makmur dan Bermartabat.
DPRD sebagai mitra kerja pemerintah daerah juga memiliki tugas dan fungsi pengawasan. Tak sekedar mendukung program pemerintah, tetapi juga mengawasi pelaksanaan program maupun peraturan daerah (perda) yang telah dirancang. Ini untuk mencegah terjadi hal-hal yang melanggar aturan perundang-undangan.
Tepat 1 April 2024, Kota Blitar memasuki usianya yang ke-118. Usia yang terbilang sangat matang dan penuh sejarah perjalanan panjang. Banyak perubahan yang terjadi di berbagai lini sektor.
Kota Blitar perlahan tumbuh menjadi kota modern seiring perkembangan informasi dan teknologi yang pesat. Bahkan, kini sedang menuju smart city.
Perwujudan Kota Blitar yang keren, unggul, makmur dan bermartabat tercermin dari semangat gotong royong warga Kota Blitar.
”Semangat gotong royong ini mari kita jaga bersama untuk memajukan Kota Blitar. Dengan gotong royong, pembangunan daerah semakin lancar,” terang Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim kepada Jawa Pos Radar Blitar.
Syahrul mengungkapkan, sejumlah program untuk mendukung pembangunan daerah digulirkan. Salah satu program unggulan Pemkot Blitar adalah RT Keren. Program tersebut melibatkan unsur dari kelompok masyarakat secara langsung.
“Dengan begitu, manfaat dari pelaksanaan program itu benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar politisi PDI-P ini.
Program RT Keren sudah berjalan kurang lebih tiga tahun. Program tersebut berupa kegiatan fisik dan non-fisik. Total anggaran yang digelontorkan untuk pelaksanaan program tersebut mencapai Rp 32,8 miliar. Ada sebanyak 656 RT yang menjadi sasaran dana RT Keren.
Di samping peningkatan program pembangunan daerah, potensi-potensi lain di Bumi Bung Karno juga perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah potensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dalam beberapa tahun terakhir ini berkembang pesat.
Karena itu, sektor UMKM perlu menjadi perhatian serius Pemkot Blitar demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM ataupun Industri Kecil Menengah (IKM).
Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Agus Zunaedi mengatakan, potensi UMKM di Kota Blitar harus digarap maksimal untuk menumbuhkan perekonomian. Pelaku UMKM harus diberi fasilitas untuk mengembangkan dan memasarkan usaha ataupun produknya dengan mudah.
“Di samping lewat pelatihan-pelatihan, bisa juga melalui ajang pameran maupun bazar skala kecil, sedang hingga besar. Atau level regional hingga nasional,” ungkapnya.
Selama ini, menurut politisi PPP ini, bazar UMKM yang diselenggarakan pemkot sudah berjalan dengan baik. Namun, ada catatan yang wajib menjadi bahan evaluasi pemkot.
”Seperti penyelenggaraan bazar atau pameran yang terpusat di satu titik, entah itu alun-alun atau kantor wali kota. Kalau bisa, bazar itu digelar di sejumlah titik, terutama di wilayah pinggiran,” tegasnya.
Dengan digelar secara menyebar, pelaku UMKM terutama yang berada di wilayah pinggiran bisa merasakan manfaatnya. Sektor UMKM bisa tumbuh merata di Kota Blitar. ”Jika digelar secara merata kan perekonomian bisa bergerak dan tumbuh.
Intinya, program atau kegiatan yang tidak bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat dihindari. Apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini dimana harga bahan pokok naik,” terang Agus.
Wakil Ketua DPRD Ely Idayah Vitnawati menambahkan, DPRD terus mendukung penuh program-program yang digulirkan pemkot demi kemajuan Kota Blitar.
Sepanjang, program tersebut benar-benar membawa dampak positif di masyarakat. “Seperti pertumbuhan ekonomi meningkat dan kesejahteraan juga meningkat,” tandasnya. (sub/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila