BLITAR - Pergelaran Festival Aryo Blitar berlangsung semarak dengan penampilan apik dari 118 barongan. Beberapa bintang tamu kenamaan seperti Hudson Jessica hingga Cak Yudho juga berhasil menghibur penonton.
Puncak hari jadi ke-118 Kota Blitar itu dilanjutkan dengan nonton bareng (nobar) Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia kontra Uzbekistan pada perebutan tiket final Piala Asia U-23.
Wali Kota Santoso mengatakan, momen HUT Kota Blitar selalu lekat dengan seni dan kebudayaan daerah. Seperti barongan kucingan yang jadi ikon Bumi Bung Karno. Momen nobar, kata dia, sekaligus untuk mempopulerkan kekayaan seni khas Kota Blitar.
"Keren Kuthane, Mulya Wargane. Hari jadi dan tema ini kami harapkan betul-betul membawa semangat untuk kemajuan Kota Blitar di semua sektor," ujarnya, Senin (30/4/2024).
Puncak hari jadi Kota Patria ini dibuka dengan kirab 118 barongan yang melintas di Jalan Merdeka dan tiba di halaman kantor Wali Kota Blitar. Wali Kota Santoso turut memberikan penghargaan kepada organisasi perangkat daerah (OPD), kelurahan, dan lembaga pendidikan yang menjadi juara dalam berbagai lomba memperingati hari jadi. Kemudian, dilanjutkan dengan penampilan Hudson Jessica yang mengajak seluruh undangan termasuk wali kota bernyanyi.
Orang nomor satu di lingkup Pemkot Blitar ini menegaskan, Kota Blitar terus berbenah demi pelayanan-pelayanan publik yang lebih optimal dan berkualitas.
Hari jadi menjadi refleksi perjalanan Kota Blitar untuk meningkatkan sektor ekonomi, masyarakat yang sejahtera, dan upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan ekstrem.
"Melalui berbagai program-program strategis, semoga visi untuk mewujudkan Kota Blitar yang keren, unggul, makmur, dan bermartabat dapat terealisasi," harapnya.
Santoso tak lupa mengapresiasi Festival Aryo Blitar yang melibatkan para seniman lokal. Dia berharap tahun ini ada event yang mampu jadi panggung bagi seniman secara masif. Utamanya dalam mempopulerkan barongan kucingan.
"Sangat bagus. Harapan saya, 2024 ini ada semacam tari massal di alun-alun. Sebab, barongan kucingan layak diselenggarakan dalam tari massal. Seperti di Bali, Banyuwangi. Inilah ciri khas Kota Blitar," tandasnya. (luk/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah