Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Upaya Disbudpar Meriahkan Puncak Hari Jadi Ke-118 Kota Blitar, Tonjolkan Tarian Khas Kota, Kirab 118 Grup Barongan

M. Subchan Abdullah • Kamis, 2 Mei 2024 | 01:44 WIB

SEMARAK: Para peserta kirab barongan dengan gembira beratraksi di depan ratusan warga di Jalan A. Yani, Kota Blitar.
SEMARAK: Para peserta kirab barongan dengan gembira beratraksi di depan ratusan warga di Jalan A. Yani, Kota Blitar.

BLITAR - Festival Aryo Blitar ditutup dengan penampilan 118 penari Barongan. Itu sesuai dengan Hari Jadi Ke-118 Kota Blitar.

Uniknya, para penari dalam kirab ini adalah perwakilan dari berbagai sanggar yang juga masih pelajar se-Kota Blitar.

Suasana di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan SMPN 1 Blitar, cukup ramai. Sejumlah orang dengan pakaian khas penari barongan berkumpul di ruas jalan tersebut. 

Baca Juga: Semarak Puncak Hari Jadi Ke-118 Kota Blitar Dihibur Hudson Jessica hingga Nobar Timnas

Mereka berbaris rapi memanjang dan bersiap untuk beraksi. Mereka adalah para penari barongan yang siap memeriahkan serta menghibur masyarakat yang beberapa jam sebelumnya sudah memadati pinggir jalan.

Mereka menari sembari berjalan menuju kantor Wali Kota Blitar. Ya, itulah kirab 118 barongan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar. 

Kirab ratusan penari barongan itu bagian dari rangkaian kegiatan Festival Aryo Blitar. Festival seni budaya tersebut merupakan event penutup rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Ke-118 Kota Blitar. 

Baca Juga: Semarak Festival RT Keren dan RT Keren Award II Kota Blitar, Program RT Keren Lanjut Tahun Depan

”Sementara kirab barongan ini bagian dari Festival Blitar Menari 2, yang kami awali dengan lomba menari tingkat Jawa Timur (Jatim) memperebutkan Piala Wali Kota, pada 21 April lalu,” ungkap Kepala Disbudpar Kota Blitar Edy Wasono kepada Jawa Pos Radar Blitar, Selasa (30/4). 

Lomba menari yang diikuti peserta dari sejumlah daerah di Jatim tersebut sukses menyedot animo, khususnya pelajar. Digelar di Gedung Kesenian Aryo Blitar, lomba tersebut diikuti ratusan penari.

”Untuk juara umumnya jatuh pada peserta dari SMPN 1 Blitar. Piala wali kota untuk juara umum itu sekalian kami kirab menuju kantor wali kota untuk selanjutnya menerima penghargaan langsung bapak wali kota,” terangnya. 

Baca Juga: Ini Tahun Kedua, Ratusan Penari Se-Jatim Berkompetisi di Ajang Blitar Menari

Piala wali kota lomba menari itu diarak beserta kirab barongan. Tahun ini, Festival Blitar Menari digelar dengan konsep yang berbeda.

Paguyuban Kelompok Jaranan (Pakoja) Kota Blitar selaku panitia Blitar Menari mengatakan, event Blitar Menari 2 tahun ini harus lebih meriah.

”Dampak event ini juga harus dirasakan masyarakat secara luas, termasuk dirasakan peserta dari luar daerah. Karena itu, kami adakan lomba menari se-Jatim ini,” jelas Edy. 

Tujuan dari kirab barongan tersebut untuk menghibur masyarakat. Selain itu juga upaya untuk melestarikan kesenian jaranan dan barongan di Kota Blitar. Apalagi, kini Kota Blitar telah memiliki tarian khas berupa barongan kucingan. 

Disbudpar berkolaborasi dengan Pakoja terus berupaya untuk melestarikan kesenian jaranan maupun barongan.

Salah satunya dengan menggelar event khusus yang melibatkan kesenian jaranan. ”Tahun ke tahun terus kami tingkatkan. Kami harus lebih baik dan terus berinovasi,” ujarnya. 

Baca Juga: Bakal Cakada Potensial, Tjutjuk Masih Malu-Malu, Maju Tunggu Perintah DPP, Gerindra Kota Blitar Siap Koalisi

Sementara itu, Ketua Pakoja Kota Blitar Ivan Leksana mengungkapkan, Blitar Menari merupakan event seni budaya yang harus terus diselenggarakan.

Sebab, kegiatan ini merupakan bagian dari pelestarian seni dan budaya, khususnya seni tari.

”Lewat Lomba Menari Piala Wali Kota tersebut bisa muncul talenta-talenta penari hebat. Mereka bisa menjadi penerus seni tari tradisional,” ungkapnya. 

Melalui event tersebut, seni tari diharapkan tetap eksis sehingga bisa tetap dinikmati oleh generasi masa depan.

“Kalau bukan anak-anak muda dan seniman muda, siapa lagi yang melanjutkan. Mereka harus menjadi garda depan untuk melestarikan seni dan budaya daerahnya,” tutur pria ramah ini. (*/c1/ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#festival #barongan #Disbudpar #Kota Blitar #penari