Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Peringati HAN dan Komitmen Kota Layak Anak, Pemkot Blitar Bentuk Karakter Anak Hadapi Perkembangan Teknologi

M. Subchan Abdullah • Jumat, 26 Juli 2024 | 16:18 WIB
PEDULI HAK ANAK: Wali Kota Blitar Santoso membuka seminar memperingati Hari Anak Nasional di Balai Koeosoemo Wicitra, kamis (25/7/2024).
PEDULI HAK ANAK: Wali Kota Blitar Santoso membuka seminar memperingati Hari Anak Nasional di Balai Koeosoemo Wicitra, kamis (25/7/2024).

BLITAR - Mendapat predikat Kota Layak Anak (KLA) menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Berbagai program kegiatan perlindungan terhadap anak terus digalakkan demi mewujudkan hak-hak anak.

Seperti kamis (25/7/2024), digelar seminar tentang pembentukan karakter dengan mengangkat tema ”Anak Terlindungi, Indonesia Maju” yang dipusatkan di Balai Koeosoemo Wicitra, dan dibuka langsung oleh Wali Kota Blitar Santoso.  

Adapun narasumber dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim), psikolog, dan pemerhati anak. Peserta seminar yaitu kalangan pelajar jenjang SMP hingga SMA Kota Blitar.

”Ini kegiatan yang positif sekali dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Seminar ini bagian dari upaya kami melindungi anak-anak, seiring perkembangan informasi dan teknologi (IT) yang sangat cepat,” terang Wali Kota Blitar Santoso, kamis (25/7/2024).

Melalui seminar tersebut, jelas Santoso, anak-anak bisa mengetahui tantangan dan masalah yang harus dihadapi di era serbateknologi ini. Diharapkan, anak-anak bisa berkontribusi dalam pembangunan daerah dan perwujudan hak-hak anak.

”Lewat seminar ini, anak bisa tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana menghadapinya. Ini juga dalam rangka membentuk karakter anak,” jelas pria berkacamata ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar Parminto mengungkapkan, seminar ini bagian dari upaya pembentukan karakter anak. Harapannya, anak-anak mampu beradaptasi dengan perkembangan IT yang serbacepat ini.

”Seminar ini menghadirkan langsung narasumber yang berkompeten. Semoga peserta anak-anak ini mendapat wawasan dan bekal untuk menghadapi tantangan di era serbateknologi ini,” ungkapnya.

Sejumlah program perlindungan terhadap anak telah digulirkan. Di antaranya, pemenuhan sarana dan prasarana hak-hak anak serta pemilihan duta genre dan duta anak.

Demi mendukung pelaksanaan program tersebut, pemkot telah membuat regulasi tentang anak, baik peraturan daerah (perda) maupun peraturan wali kota (perwali).

Selain itu, lanjut Parminto, juga membentuk forum anak untuk pelibatan dalam rencana pembangunan daerah.

Selama ini, forum anak ikut berkontribusi langsung dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) mulai tingkat kelurahan hingga kecamatan.

”Pada kesempatan itu juga, kami gelar musrenbang tematik anak. Musrenbang tematik ini khusus membahas permasalahan anak-anak dan mencari solusinya,” bebernya. (sub/c1/ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#kota layak anak (kla) #seminar #HAN #Kota Blitar