BLITAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar turut memperingati HUT Ke-79 RI dengan semarak.
Salah satunya melalui agenda paripurna mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo, di Gedung DPRD Kota Blitar, Jumat (16/8).
Agenda paripurna itu dihadiri segenap pimpinan dan anggota DPRD, Wali Kota Blitar Santoso dan Wakil Wali Kota Blitar Tjutjuk Sunario, beserta seluruh jajaran Forkopimda Kota Blitar. Selain itu, hadir pula para kepala OPD, camat, hingga lurah.
Rapat paripurna mendengarkan pidato presiden ini berlangsung khidmat, apalagi ini merupakan pidato terakhir Jokowi menjelang berakhirnya masa jabatan.
Sebelum mendengarkan pidato presiden, acara diawali dengan bagi-bagi bendera kepada sejumlah pengguna jalan di samping kantor DPRD. Para pimpinan DPRD, wali kota, dan wakil wali kota beserta jajaran forkopimda turut membagikan bendera merah putih.
Aksi bagi-bagi bendera itu sebagai wujud cinta tanah air serta menjaga semangat nasionalisme.
Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim mengungkapkan, peringatan HUT Ke-79 RI menjadi momen penting untuk berbenah lebih baik. Semangat kemerdekaan bisa jadi pemicu untuk bekerja dan berkarya lebih baik.
“Tentunya, DPRD dan pemerintah daerah harus terus bersinergi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan membangun Kota Blitar lebih maju,” ungkapnya kepada Koran ini kemarin.
Menurut dia, pidato kenegaraan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI tahun ini sedikit berbeda dari tahun lalu. Sebab, tahun ini merupakan tahun terakhir Jokowi memimpin pemerintah Indonesia.
“Makanya, tadi (kemarin, Red) Pak Jokowi sekaligus meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Dia juga izin pamit dan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinam kepada presiden terpilih Prabowo Subianto,” terangnya.
Permintaan maaf Presiden RI Jokowi kepada masyarakat harus diterima. Tentu sebagai manusia, presiden juga memiliki kesalahan.
“Misalnya ada program-program yang belum tercapai, Pak Jokowi minta maaf. Saya kira itu hal yang wajar,” ungkapnya.
Syahrul berharap kepada presiden berikutnya agar menjalankan amanah dengan lebih baik. Melanjutkan program-program yang sudah baik demi kesejahteraan masyarakat.
“Sementara program-program yang tidak baik ditinggalkan,” tandasnya. (sub/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila