BLITAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar kembali diganjar penghargaan. Penghargaan itu datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional setelah sukses menjadi Daerah Penyelenggara Desa/Kelurahan Cinta Statistik Terbaik se-Indonesia.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Jakarta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar Priyo Suhartono pada Kamis (26/9/2024). Prestasi di bidang statistik ini merupakan prestasi yang kedua kalinya.
Ini menjadi bukti bahwa Pemkot Blitar berkomitmen memanfaatkan data statistik sebagai penunjang program pembangunan daerah.
Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono mengatakan, penghargaan berupa Penyelenggara Desa/Kelurahan Cinta Statistik Terbaik tahun ini diberikan kepada lima daerah. Salah satunya adalah Kota Blitar.
”Ini suatu penghargaan yang istimewa. Karena Kota Blitar masuk lima besar dari 514 daerah se-Indonesia yang ikut diseleksi,” jelasnya.
Adapun empat daerah lainnya yaitu Kabupaten Jembrana, Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Batu, dan Kota Tarakan. Kota Blitar diberikan penghargaan lantaran sukses menerapkan program Desa/Kelurahan Cinta Statistik.
”Ini dibuktikan dengan dinas terkait, yakni diskominfotik, yang aktif melakukan pembinaan dan pendampingan di kelurahan-kelurahan. Pembinaan ini mengenai pemanfaatan dan pengolahan data statistik untuk mendukung perencanaan program pemerintahan,” jelasnya.
Keaktifan memanfaatkan dan mengelola data statistik tersebut telah membawa salah satu kelurahan di Kota Blitar mendapat penghargaan sebagai Desa/Kelurahan Cinta Statistik pada 2023 lalu. Kelurahan berprestasi itu adalah Kelurahan Karangsari.
Sementara pada 2024, pemkot menargetkan untuk 20 kelurahan lain mengikuti program Desa/Kelurahan Cinta Statistik tersebut.
Program unggulan dari BPS tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang pemanfaatan data statistik. Masyarakat maupun pemerintah melalui desa atau kelurahan diharapkan mampu menyajikan data statistik yang akurat.
Lalu, menunjang perencanaan program pembangunan daerah dan pelayanan masyarakat di berbagai sektor. ”Ini tujuan yang diharapkan BPS dari program tersebut,” bebernya.
Priyo berharap prestasi di bidang statistik tetap dipertahankan dan bahkan ditingkatkan lebih baik. Pemkot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan data statistik dengan sebaik-baiknya demi kemajuan daerah.
”Dengan memegang data statistik, perumusan suatu kebijakan atau perencanaan pembangunan bisa terarah dan tepat sasaran. Ini penting sekali, karena jika keliru data, keliru juga kebijakannya,” ujarnya. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah