BLITAR - Momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Bumi Bung Karno tahun ini diperingati lebih semarak.
Sejumlah kegiatan hiburan digelar untuk memeriahkan peringatan ini, khususnya lewat pertunjukan seni dan budaya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memperingati Hakordia tahun ini secara berbeda dari tahun sebelumnya.
Pemkot mengemas kegiatan Hakordia dengan menggelar berbagai pertunjukan seni dan budaya bertajuk “Bale Latar Festival” selama tiga hari.
Yakni sejak Jumat (13/12) hingga Minggu (15/12). Selain itu, juga digelar lomba cipta tari antikorupsi dan lomba video konten antikorupsi.
Kegiatan peringatan Hakordia diawali dengan jalan sehat dan senam bersama yang dipusatkan di Taman Plaza Museum PETA.
Jalah sehat dan senam tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Blitar Santoso dan Wakil Wali Kota (Wawali) Tjutjuk Sunario serta jajaran Forkopimda Kota Blitar.
“Peringatan Hakordia tahun ini lebih kreatif dan semarak. Mengundang masyarakat sekaligus edukasi mengenai pentingnya mencegah korupsi, terutama kepada generasi muda dan anak-anak” ungkap Wawali Kota Blitar Tjutjuk Sunario.
Menurut Tjutjuk, gerakan antikorupsi harus terus digelorakan kepada seluruh elemen masyarakat. Terutama kepada para Aparatur sipil negara (ASN).
“Apalagi, Kota Blitar saat ini telah menjadi kota percontohan sebagai kota antikorupsi. Berbagai prestasi juga telah diraih. Ini harus benar-benar dijaga bahkan ditingkatkan,” ujarnya.
Dia mendorong para ASN untuk terus meningkatkan upaya pencegahan korupsi. Jangan sampai jajaran ASN tergoda untuk melakukan penyelewengan dan pelanggaran.
“Makanya harus hati-hati. Pembinaan harus terus dilakukan di jajaran perangkat daerah,” tuturnya.
Peringatan Hakordia tahun ini memang sengaja dikemas dengan pertunjukan seni dan budaya Bale Latar Fest.
Tujuannya untuk menggelorakan gerakan antikorupsi di masyarakat, terutama kepada kalangan generasi muda.
Kemudian, mengedukasi masyarakat bahwa praktik korupsi seperti gratifikasi merupakan perbuatan melanggar hukum.
Inspektur Kota Blitar, Ratih Dewi Indarti menegaskan, peringatan Hakordia tahun ini berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar. Rangkaian kegiatan Hakordia dikemas melalui event Bale Latar Fest untuk kali ketiga.
“Ada beberapa lomba kesenian yang digelar, yaitu lomba cipta tari antikorupsi. Pesertanya dari sanggar se-Jawa Timur,” jelasnya.
Selain lomba tari juga ada lomba membuat video konten antikorupsi. Lomba diikuti peserta dari seluruh jajaran OPD dan pelajar. Semua lomba yang digelar wajib mengangkat tema antikorupsi.
Nah, puncak peringatan Hakordia pada Sabtu (14/12) diselenggarakan pertunjukan musik band hingga penampilan tari-tarian.
Dilanjutkan, penyerahan sejumlah hadiah bagi pemenang lomba dan penghargaan kepada seniman serta budayawan. Puncaknya hiburan grup lawak Percil cs dengan mengangkat tema antikorupsi.
Ratih berharap peringatan Hakordia tahun ini tak sekadar semarak, tetapi juga bermakna. Terpenting, pesan-pesan moral antikorupsi yang ditunjukkan lewat seni dan budaya tersampaikan dengan baik ke masyarakat.
“Edukasi yang kami berikan tentang bahaya praktik-praktik korupsi ini semoga bisa dipahami, khususnya kepada anak-anak. Di mana anak-anak harus kita ajarkan budaya antikorupsi sejak dini,” tandasnya. (sub/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila