Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Empat Tahun Santoso-Tjutjuk Sunario Pimpin Kota Blitar, Sinergitas Lahirkan Prestasi, Program RT Keren Paling Berkesan

M. Subchan Abdullah • Senin, 30 Desember 2024 | 16:30 WIB

 

Wali Kota Blitar Santoso dan Wakil Wali Kota Tjutjuk Sunario
Wali Kota Blitar Santoso dan Wakil Wali Kota Tjutjuk Sunario

BLITAR - Tiga tahun kepemimpinan Wali Kota Blitar Santoso dan Wakil Wali Kota Tjutjuk Sunario berdampak signifikan dan keduanya kompak hingga jelang akhir menjabat.

Banyak prestasi nasional/regional serta program yang dirasakan langsung masyarakat. Kekompakan menjadi kunci menyukseskan visi dan misi.

Tahun 2024 ini menjadi tahun teransisi kepemimpinan Santoso dan Tjutjuk Sunario. Tentu banyak suksesi dari sejumlah program yang telah dicanangkan.

Photo
Photo

Melalui slogan Blitar Keren, Kota Blitar berkembang menjadi kota yang unggul, keren, berprestasi, dan siap menuju kota digital.

Sejumlah program dan kebijakan berhasil dijalankan dengan baik. Salah satu program unggulan era Santoso-Tjutjuk adalah Program RT Keren.

Photo
Photo

“Saya merasa sangat puas dengan program RT Keren ini. Ini merupakan program yang kami gagas dan menyasar langsung ke masyarakat,” kata Santoso kepada Jawa Pos Radar Blitar Minggu (29/12).

Lewat program RT Keren ini, jelas Santoso, pembangunan di Kota Blitar bisa semakin merata. Tidak hanya dirasakan di lingkup kelurahan, tetapi juga sampai lingkup RT/RW dan kelompok masyarakat yang lebih kecil.

Photo
Photo

“Tiap RT ini kami suplai dana Rp 50 juta. Total ada 600 lebih RT yang kami fasilitasi dana program RT Keren ini,” terangnya.

Fasilitasi dana tersebut digunakan untuk pelaksanaan kegiatan fisik serta nonfisik. Porsinya, 70 persen untuk kegiatan fisik atau pembangunan infrastruktur dan 30 persen untuk kegiatan nonfisik, seperti pelatihan kewirausahaan atau pemberdayaan.

Photo
Photo

Pelatihan ini guna menambah keterampilan dan menumbuhkan semangat berwirausaha bagi masyarakat.

Pelatihan dan pemberdayaan tersebut, kata Santoso, dalam rangka meningkatkan ekonomi warga. Di samping itu, juga menciptakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru di Bumi Bung Karno.

“Alhamdulillah, respons masyarakat terhadap program ini begitu baik. Namun, evaluasi tetap kami lakukan setiap tahun demi perbaikan-perbaikan,” ujarnya.

Photo
Photo

Adapun realisasi dari program RT Keren meliputi pavingisasi gang, pembangunan saluran drainase di lingkungan, pembuatan gapura, hingga pembangunan balai RW.

Sementara itu, realisasi kegiatan nonfisik berupa pelatihan pembuatan kue, latihan membatik, pembuatan paving, hingga pelatihan pemasaran digital.

Santoso berharap program RT Keren ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Bahkan, dana bantuan untuk program tersebut bisa lebih ditingkatkan.

“Mudah-mudahan kepala daerah yang terpilih nanti bisa melanjutkan program RT Keren ini. Kalau perlu anggarannya ditambah sehingga program ini betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Blitar Tjutjuk Sunario mengatakan, program RT Keren memang menjadi unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Program ini mendapat apresiasi positif di masyarakat.

“Sebab, dampak positif dari program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Apalagi dari kegiatan pelatihan-pelatihannya,” ungkapnya.

Melalui program RT Keren, Tjutjuk berharap perekonomian masyarakat di Kota Blitar semakin meningkat. Lalu, terciptanya pelaku UMKM baru minimal di tiap kelurahan.

“Dengan munculnya pelaku usaha baru ini tentu akan berdampak pada peningkatan perekonomian di Kota Blitar. Dengan begitu, pendapatan daerah ikut naik,” beber politikus Partai Gerindra ini.

Di samping program RT Keren, pemkot juga memiliki program yang tidak kalah unggul. Di antaranya, program sekolah gratis, kesehatan gratis, bantuan rastrada (beras sejahtera daerah), pemberian ransum lansia, Jumat Berkah, dan sejumlah program lainnya.

Ke depan, Tjutjuk berharap lewat program RT Keren tersebut masyarakat semakin produktif. Muncul semangat untuk berwirausaha atau menciptakan usaha hingga menyerap tenaga kerja.

“Kita tahu potensi Kota Blitar di sektor perekonomian sangat besar. Baik itu dari lini perdagangan maupun pariwisata. Maka itu, semaksimal mungkin sektor tersebut ditingkatkan,” ujarnya.

Nah, tantangan berat Pemkot Blitar ke depan adalah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Upaya yang dilakukan yaitu memacu pendapatan di sektor perekonomian dan sektor UMKM. “Dengan capaian PAD yang semakin bagus, maka pembangunan bisa makin meningkat,” tandasnya. (sub/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Tjutjuk Sunario #kepemimpinan #santoso #Kota Blitar