BLITAR - Berawal keprihatinan semakin lunturnya budaya dan tradisi menabuh beduk, membuat Lurah Klampok Muhammad Caesar Alfonso terpanggil. Momentum istimewa peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah di Kelurahan Klampok, Kota Blitar pada Sabtu (18/1/2025) digunakan untuk menghadiahkan beduk di Masjid Moch. Fadlol, Jalan Halmahera, Kelurahan Klampok.
Setelah mendengarkan ceramah Isra Mikraj dari KH Ali Darmaji, secara simbolis, Lurah Muhammad Caesar Alfonso menyerahkan penabuh beduk kepada takmir masjid. Disaksikan oleh babinkantibmas dan babinsa, serta warga Kelurahan Klampok yang hadir.
Lurah Klampok Muhammad Caesar Alfonso menegaskan bahwa hibah beduk ini karena merasa prihatin semakin hilang dan lunturnya suara tabuhan beduk. Baik untuk peringatan panggilan salat atau dalam berbagai kegiatan Islam lainnya.
Padahal ini (tabuh beduk, Red) adalah bagian dari budaya dan tradisi peninggalan nenek moyang yang harus tetap dijaga dan dilestarikan.
“Remaja dan anak-anak muda zaman sekarang sudah semakin jarang diperdengarkan suara beduk. Bahkan sekarang banyak masjid atau musala yang menggunakan rekaman atau flashdisk untuk memperdengarkan salawat atau kajian ceramah menjelang waktu salat,” ungkapnya, Senin (20/1/2025).
Menurut dia, tradisi menabuh beduk ini bukan hanya sebagai peringatan jelang masuknya waktu salat, melainkan juga bagian dari syiar untuk mendekatkan warga. Terutama para remaja dan pemuda agar semakin dekat dengan masjid.
Apalagi ini juga sudah dekat Ramadan. Betapa meriahnya bulan puasa jika menjelang buka puasa, jelang sahur, atau sebelum Tarawih ada suara beduk.
“Jangan sampai tradisi Islam ini hilang, kalau tidak dijaga dan dilestarikan. Ini adalah semangat untuk menjaga tradisi luhur masyarakat muslim di Indonesia, kebetulan pas Rajab, bulan yang berkah untuk bersedekah,” terang lurah muda ini.
Hibah beduk ini, harap Caesar, bisa menjadi inspirasi dan bagian dari syiar Islam. Tentunya beduk ini bisa dimanfaatkan secara optimal, terus ditabuh dan diperdengarkan kepada masyarakat, khususnya warga Kelurahan Klampok saat waktu salat dan setiap ada kegiatan Islam lainnya.
“Ini juga bagian dari visi Pak Wali Kota, khusunya menjadikan Kota Blitar yang religius dan nasionalis. Beduk ini menjadi representasi sikap religius dan nasional ini,” ungkapnya. (ady/c1/din)
Editor : M. Subchan Abdullah