BLITAR – Bumi Penataran kini memiliki nahkoda baru. Per hari ini, Rijanto dan Beky Herdihansah resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Blitar periode 2025-2030. Meski tak janjikan program 100 hari kerja pasca-dilantik, keduanya komitmen tancap gas usai menggenggam amanah menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Bupati Rijanto menegaskan, ikhtiar untuk melayani masyarakat Kabupaten Blitar sudah dipersiapkan. Jauh hari sebelum pelantikan telah dibentuk tim transisi yang melakukan sinkronisasi visi misi dan program pemerintah tahun ini.
“APBD 2025 sudah ditetapkan. Peran tim transisi ini sangat penting karena menyandingkan visi misi dan APBD yang sebelumnya sudah disetujui antaran eksekutif dan legislatif akhir tahun lalu,” terangnya, Kamis (20/2/2025).
Dia mengungkapkan, sejak pemungutan suara Pilkada Serentak 2024 hingga jelang pelantikan, banyak tamu datang menemuinya. Tak hanya memberikan ucapan selamat, mereka juga menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Khususnya dalam hal infrastruktur.
Rijanto mengakui hal ini menjadi tantangan tersendiri. Sebab, tidak mungkin janji politik dan visi misi bupati bisa langsung dieksekusi di awal tahun periode pemerintahan yang baru. Selain itu, pemerintah pusat tengah melakukan efisiensi anggaran yang notabene berdampak terhadap keuangan daerah.
“Efisiensi ini tidak hanya berdampak di Kabupaten Blitar saja, tapi seluruh daerah di Indonesia. Hanya saja, memang tingkat tantangan tiap daerah berbeda. Jadi tidak bisa dibanding-bandingkan,” ujar Rijanto.
Rencana percepatan pembangunan di Bumi Penataran terpaksa harus dievaluasi sebagai dampak efisiensi anggaran tersebut. Kendati demikian, Rijanto-Beky optimistis bahwa hal ini tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian Kabupaten Blitar.
Ya, ketahanan pangan kini menjadi perhatian pemerintah pusat. Di sisi lain, Kabupaten Blitar memiliki potensi besar dalam sektor pangan, termasuk budi daya peternakan, perikanan, dan komoditas hortikultura yang andal.
“Blitar merupakan salah satu lumbung telur nasional. Budi daya perikanan darat dan tangkap di daerah kita ini juga bagus. Blitar Selatan menjadi wilayah potensial di sektor pertanian. Ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian daerah,” kataranya.
Dia mengaku, sektor-sektor tersebut selama ini cukup stabil dan masih memiliki ruang untuk ditingkatkan. Maka pihaknya akan mendorong berbagai program yang dapat mengoptimalkan potensi pertanian dan peternakan di Bumi Penataran agar semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rijanto dan Beky juga berharap mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat dan seluruh stakeholder di Kabupaten Blitar selama masa kepemimpinannya. Dengan kerja sama yang solid, dia yakin pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Komunikasi yang baik adalah kunci untuk menyelesaikan tantangan. Kami sudah membuktikan hal itu di periode-periode pemerintahan sebelumnya,” tandasnya.
Mantan Bupati Blitar periode 2016-2021 ini mengatakan, komunikasi menjadi salah satu modal penting dalam menatap lima tahun kepemimpinan ke depan. Dengan semangat sinergi, dia berkomitmen untuk membawa Kabupaten Blitar menuju masa depan yang lebih maju, berdaya, dan berjaya.
“Kami memang tidak bisa ujug-ujug langsung membangun setelah dilantik. Tapi percayalah, kami akan menggunakan segala daya dan upaya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kabupaten Blitar,” tandasnya. (hai/din)
Editor : M. Subchan Abdullah