BLITAR - Serah terima jabatan (sertijab) Wali Kota Blitar berlangsung secara formal dengan penuh khidmat. Meski secara de facto sudah dilantik pada 20 Februari 2025 lalu, Wali Kota SyauquI Muhinbin dan Wakil Wali Kota Elim Tyu Samba benar-benar resmi menduduki kursi kepemimpinan Kota Blitar secara administratif.
Tampak dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, Purna Wali Kota Blitar Santoso, Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono, Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim, jajaran forkopimda, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin mengungkapkan kesan positifnya terhadap Kota Blitar yang dinilai sudah berkembang dengan baik. Menurut dia, Kota Blitar memiliki potensi yang harus digali lebih mendalam.
“Kota Blitar sudah sangat bagus. Ini bisa menjadi modal kuat untuk pembangunan ke depan. Fokus kami saat ini adalah menekan angka pengangguran yang menjadi perhatian utama. Dalam 100 hari pertama, kami akan mempercepat pelayanan publik serta menggali potensi daerah guna menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Selain itu, stabilitas inflasi tetap menjadi prioritas,” ungkapnya, Selasa (4/3/2025).
Gubernur Jawa Timur melalui Sekda Provinsi Jatim, Adhy Karyono, memberikan apresiasinya kepada kepemimpinan sebelumnya yang dinilai telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Kota Blitar.
Dia juga menekankan bahwa sebagai kepala daerah baru, Ibin-Elim harus segera menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dalam waktu 6 bulan setelah pelantikan.
“Penyusunan RPJMD harus selaras dengan pedoman Provinsi Jawa Timur serta mempertimbangkan sinergi dengan daerah sekitar. Kami berkomitmen untuk mendukung penyusunan yang terbaik agar pembangunan Kota Blitar dapat berjalan optimal,” bebernya.
Dalam 100 hari pertama, jelas dia, wali kota yang baru diharapkan mampu menerapkan program quick win yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Hasil terbaik harus bisa dicapai dalam waktu cepat. Tiga bulan ke depan harus ada program yang benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim mengaku, transisi kepemimpinan ini merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dijaga dengan baik. Dia mengapresiasi kepemimpinan sebelumnya yang telah berkontribusi besar bagi pembangunan Kota Blitar.
“Sertijab ini bukan sekadar pergantian pemimpin, melainkan juga merupakan awal dari perjuangan baru untuk melanjutkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat Blitar,” pungkasnya. (ham/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah