BLITAR - Tak butuh waktu terlalu lama bagi Mas Wali Kota Syauqul Muhibbin untuk menyatakan salah satu misinya di bidang ekonomi untuk Kota Blitar. Yakni, membangun salah satu pusat perdagangan dan ekonomi dalam bentuk Blitar Trade Center (BTC).
Ide yang disampaikan Mas Wali dalam konsultasi dan diskusi publik terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Blitar 2025-2030 beberapa waktu lalu, sebenarnya merupakan salah satu wujud nyata dari visi-misi dalam kampanye terkait dengan industrialisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Kota Blitar.
“Saya ingin semua produk-produk unggulan Blitar Raya bisa masuk BTC ini, sehingga ada sentralisasi untuk penjualan dan pemasaran, seluruh perputaran ekonomi bisa terukur lewat transaksi yang terjadi di BTC ini,” ungkap Mas Wali beberapa waktu lalu.
Menurut dia, Kota Blitar tidak memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, sehingga harus mengandalkan sektor perdagangan sebagai tulang punggung perekonomian.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mencanangkan Blitar Trade Center (BTC) sebagai pusat ekosistem ekonomi dan perdagangan yang terintegrasi.
“Kota Blitar adalah kota tengah yang SDA-nya terbatas. Jadi, sektor perdagangan harus menjadi fokus utama. BTC ini nantinya akan menjadi wadah untuk konsolidasi ekonomi, perdagangan, dan produksi guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.
Karena kalau hanya mengandalkan sektor wisata religi dan sejarah yang ada di Kota Blitar masih sangat kurang. Perlu ada inovasi dan lompatan untuk membuat objek yang ada, misalnya Makam Bung Karno (MBK), Istana Gebang, dan lain-lain juga benar-benar terintegrasi, sehingga bukan hanya wisata tingkat nasional tapi internasional.
“Kita punya modal di MBK, perlu ditingkatkan menjadi wisata yang terintegrasi dengan yang ada di wilayah kabupaten,” ujarnya.
BTC ini, jelas dia, merupakan ide dari pemerintah, tapi nanti semua pelaku usaha baik dari UMKM hingga perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Kota Blitar bisa terintegrasi dan tersentralisasi. Tinggal didaftarkan untuk jenis produknya, skala kebutuhannya, hingga kota-kota tujuan pemasarannya.
“Saya memang ingin seluruh roda perekonomian dan transaksi bisnis di Blitar bisa dimulai dari BTC ini. Sehingga tentu gerak ekonomi di Blitar akan bisa terencana dengan baik, sehingga mudah diketahui apa kelebihan dan kekurangannya,” tegas Mas Ibin.
Dia berharap, pembangunan BTC ini segera bisa terealisasi, meskipun banyak persiapan sebelum rencana tersebut mulai dilaksanakan. “Saya berharap bisa segera terealisasi dalam setahun atau dua tahun mendatang,” harapnya. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah