BLITAR – Peringatan Hari Jadi Ke-119 Kota Blitar tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Pasalnya, tahun ini pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk efisiensi anggaran mulai di tingkat pusat, regional, hingga daerah.
Pemkot Blitar pun mau tidak mau harus mengikuti kebijakan tersebut dengan mengelola anggaran serta kegiatan dengan tepat. Merealokasi sejumlah program kegiatan yang benar-benar bermanfaat dan membawa kesejahteraan di masyarakat.
Di momen Hari Jadi Ke-119 Kota Blitar, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin bersama Wakilnya, Elim Tyu Samba, punya target besar untuk membawa semangat baru dan menjadikan Kota Blitar semakin maju dan sejahtera.
Meski begitu, pemimpin baru ini tak akan melupakan jasa-jasa pemimpin pendahulunya. Sebab, mereka juga telah berjuang untuk membangun Bumi Bung Karno ini semakin baik.
“Bagaimanapun, periode yang lalu itu mereka sudah berjuang memajukan Kota Blitar. Saya tidak ingin mengoreksi, tapi kami tentu hadir dengan semangat baru, sebagai generasi muda yang ingin menghadirkan perubahan,” ujar Wali Kota Blitar Mas Ibin, usai memimpin upacara Peringatan Hari Jadi Ke-119 Kota Blitar di halaman Kantor Wali Kota Blitar, Selasa (8/4/2025).
Menurut Mas Ibin, fokus utama saat ini adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemkot Blitar akan mempersingkat durasi layanan dengan prinsip cepat, tepat, efektif, dan efisien. “Kita ini pelayan masyarakat. Ibaratnya harus siap 34 jam melayani warga. Artinya, kapan pun masyarakat butuh, kami harus siap,” tegasnya.
Pemkot, lanjut dia, berusaha untuk memangkas rantai birokrasi yang berbelit-belit agar pelayanan menjadi lebih responsif. Selain itu, pembenahan infrastruktur juga menjadi prioritas. “Di mana yang rusak kita perbaiki, yang kurang cantik, kita percantik. Tapi tidak bongkar pasang. Kita tata supaya lebih rapi,” ujarnya.
Meski keterbatasan anggaran menjadi tantangan di tahun ini, pihaknya tetap mendorong pembangunan fasilitas baru yang dibutuhkan masyarakat. ”Kami telah lakukan realokasi program kegiatan yang memang benar-benar dibutuhkan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” terangnya.
Di bidang ekonomi, pemkot berencana membentuk pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mendirikan pusat perdagangan atau dinamakan dengan istilah Blitar Trade Center (BTC). Harapannya, Kota Blitar menjadi pusat perekonomian baru, khususnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Di sektor pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian utama. Masyarakat, khususnya generasi muda, didorong untuk menempuh pendidikan tinggi. Sebab, pendidikan menjadi kunci utama kesejahteraan.
Sementara itu, di bidang kesehatan, pemkot berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mengedepankan pelayanan yang lebih humanis sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Seperti nanti kami ada layanan ambulans jemput bola. Bagi yang sakit dijemput, yang sehat diantar pulang. Termasuk pelayanan mobil jenazah hingga ke rumah. Kami akan ada call center yang ditempel di setiap rumah warga dan segera di-launching,” pungkasnya.
Sebelumnya, peringatan Hari Jadi Ke-119 Kota Blitar telah diawali dengan tasyakuran yang digelar akhir Maret lalu. Ditandai dengan potong tumpeng serta santunan anak yatim dan pemberian bingkisan kepada guru ngaji dan guru minggu. Kemudian, kemarin (8/4) dilanjutkan dengan Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-119 Kota Blitar. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah