Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemkot Blitar Pangkas Puluhan Agenda Event Daerah, Ini Nasib Kelanjutan Bazar Blitar Djadoel dan BEN Carnival

M. Subchan Abdullah • Senin, 14 April 2025 | 23:15 WIB

 

POTENSI PAD: Bazar Blitar Djadoel menjadi salah satu event andalan Kota Blitar yang digelar setiap tahun dengan menyedot ribuan pengunjung.
POTENSI PAD: Bazar Blitar Djadoel menjadi salah satu event andalan Kota Blitar yang digelar setiap tahun dengan menyedot ribuan pengunjung.

BLITAR – Efisiensi anggaran turut berdampak pada penyelenggaraan event-event daerah tahun ini. Sejumlah agenda yang selama ini menghiasi kalender event tahunan Kota Blitar terpaksa harus dirampingkan dan disederhanakan.

Kepala Bappeda Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono mengaku, jumlah event yang sebelumnya tercatat mencapai sekitar 126 kegiatan dalam satu tahun, kini berpotensi dipangkas menjadi hanya puluhan.

Meski begitu, dia memastikan bahwa efisiensi ini tak akan mengurangi esensi dari kegiatan itu sendiri. “Beberapa event kecil akan kami rangkum menjadi event yang lebih besar dan berdampak, baik skala regional, bahkan nasional. Selain lebih ekonomis, efektivitasnya lebih terasa,” ujarnya.

Langkah ini juga sesuai arahan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin yang menekankan agar setiap event yang digelar membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Tidak hanya di level lokal, tetapi juga mampu menggeliatkan perekonomian regional hingga nasional.

Tri Iman memastikan bahwa sejumlah event besar dan ikonik Kota Blitar seperti Bazar Blitar Djadoel, Bulan Bung Karno, dan BEN Carnival tetap akan digelar. Namun, event-event tersebut akan dikemas lebih menarik dan ditingkatkan kelasnya setara event nasional.

“Kita tetap jaga ikon Blitar lewat event-event besar, tapi dengan konsep yang lebih matang, agar menarik wisatawan dan berdampak langsung ke ekonomi warga,” tuturnya.

Langkah penyatuan beberapa event ini diharapkan akan menciptakan efisiensi dari sisi anggaran, sekaligus meningkatkan jumlah pengunjung dan partisipasi masyarakat. “Dengan cara ini, anggaran lebih ekonomis, tapi dampaknya lebih maksimal,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa saat ini masih terus melakukan pembahasan internal bersama wali kota terkait program dan arah kebijakan event daerah. Sebab, ini juga berkaitan dengan perubahan APBD 2025, RKPD 2026, dan RPJMD 2025–2030.

“Semua tetap menunggu keputusan akhir wali kota, tapi yang jelas prinsipnya adalah efisien dan berdampak besar,” pungkasnya. (sub/c1/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#dampak efisiensi anggaran #Bazar Blitar Djadoel #BEN carnival #wali kota #event daerah #Kota Blitar #Pemkot Blitar #Bappeda