Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tahun Ini Pemkab Blitar Hanya Dapat Jatah 8 Pelatihan Kerja dari DBHCHT, Segini Nominalnya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 15 April 2025 | 21:40 WIB

 

BERUSAHA: Peserta pelatihan ikut uji kompetensi barista diselenggarakan Disnaker Kabupaten Blitar.
BERUSAHA: Peserta pelatihan ikut uji kompetensi barista diselenggarakan Disnaker Kabupaten Blitar.

BLITAR –  Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar kembali menggelar program pelatihan kerja tahun ini. Tidak tanggung-tanggung Rp 1,5 miliar (M) digelontorkan untuk membiayai pelatihan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Program ini disambut antusias masyarakat. Selama masa pendaftaran berlangsung 10 hari. Tercatat 926 orang telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan tahap pertama.

Kabid Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Latprotrans) Disnaker Kabupaten Blitar, Latip Usman menyebutkan, untuk batch pertama ini dibuka empat jenis kompetensi, yakni barista, digital marketing, make up artist (MUA), dan teknisi peralatan rumah tangga.

"Dari empat skema ini, jumlah pendaftar terbanyak berasal dari bidang digital marketing dengan 383 pendaftar. Saat ini sedang dilakukan proses seleksi selama enam hari sampai 15 April besok (hari ini),” ujar Latip.

Dia melanjutkan, peserta yang lolos akan diumumkan dan mengikuti pelatihan mulai 16 April. Untuk tahap awal, pelatihan barista akan menjadi yang pertama dilaksanakan dengan jumlah peserta 20 orang, bertempat di Kecamatan Gandusari. Namun untuk total kuota keseluruhan peserta dari program pelatihan kerja selama setahun ini ada 155 orang.

Melihat antusias tinggi pada pelatihan kerja pertama ini, terutama pada digital marketing. Disnaker berencana membuka dua kelas untuk bidang itu dengan masing-masing 25 peserta. Nantinya pelatihan kedua, akan dilaksanakan tidak lama dari pelatihan ini.

"Anggaran pelatihan tahun ini naik dibanding tahun sebelumnya, dari Rp 600 juta ke Rp 1 M, dan sekarang menjadi Rp 1,5 M. Kenaikan ini mengikuti kebutuhan pelatihan dan sertifikasi yang makin kompleks dan spesifik," jelasnya.

Selain pelatihan dari anggaran DBHCHT, disnaker juga menerima program pelatihan aspirasi masyarakat dari jalur musrenbang dan anggota DPRD. Namun jumlahnya tahun ini masih dalam proses konfirmasi.

Latip juga menekankan bahwa seleksi dilakukan ketat mengingat keterbatasan kuota dan anggaran. Peserta terpilih diharapkan memiliki komitmen penuh untuk mengikuti seluruh rangkaian program hingga selesai.

Apalagi fasilitas yang disediakan lengkap. Peserta akan mendapatkan alat tulis, bahan praktik, seragam, konsumsi, transportasi selama pelatihan, serta pembiayaan sertifikasi kompetensi BNSP. Usai pelatihan, peserta juga akan ditempatkan magang di usaha-usaha yang relevan, dengan dukungan transportasi dari disnaker.

Ke depan, disnaker berencana menyelenggarakan berbagai pelatihan baru berbasis tren lokal, seperti pelatihan di bidang sound system horeg miniatur yang kini sedang digemari. Bahkan direncanakan akan ada festival tematik seperti Festival Kopi dan Festival Miniatur untuk menampilkan hasil pelatihan sekaligus mempromosikan kreativitas peserta.

Baca Juga: Semarak HUT ke-23 Radio Mahardika Kota Blitar: Kami Fokus Edukasi Budaya dan Wujudkan Kota Ramah Anak

“Kami ingin pelatihan ini bukan sekadar teori, tapi benar-benar berdampak. Harapannya setelah selesai, peserta bisa langsung terjun ke dunia kerja atau buka usaha sendiri,” pungkasnya. (jar/din)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#Disnaker Kabupaten Blitar #pelatihan kerja #DBHCHT #tenaga kerja #kabupaten blitaer #produktivitas #Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau #transmigrasi