BLITAR – Peringatan Hari Kartini di Bumi Bung Karno tahun ini terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni, tetapi juga diwarnai aksi nyata dalam mewujudkan kesetaraan gender.
Salah satunya melalui pelaksanaan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi, sebagai bentuk partisipasi laki-laki dalam program Keluarga Berencana (KB). Program MOP yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar, ini diikuti sebanyak 6 pria. Operasi dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo.
Ketua PKK Kota Blitar, Kharisa Rizqi, meninjau langsung pelaksanaan MOP yang digelar di rumah sakit plat merah tersebut, Senin (21/4/2025). Dalam kunjungannya, dia menyampaikan apresiasi terhadap para peserta KB pria yang rela mengikuti vasektomi demi mendukung program pengendalian penduduk.
"Di momen Hari Kartini ini, kami sangat mengapresiasi bapak-bapak yang telah berani dan sadar akan pentingnya peran laki-laki dalam program KB. Ini bentuk kesetaraan yang nyata," ujarnya, kemarin.
Kharisa menambahkan, edukasi mengenai KB pria harus terus ditingkatkan. Sebab, selama ini stigma bahwa KB hanya tanggung jawab perempuan masih melekat di masyarakat. Padahal, kata dia, MOP adalah metode yang aman dan efektif.
"Kesetaraan gender bukan hanya tentang peran perempuan yang diperluas, tapi juga tentang laki-laki yang mau berbagi tanggung jawab, termasuk dalam hal pengendalian kelahiran," jelasnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Parminto menjelaskan, pelaksanaan MOP ini merupakan bagian dari program nasional dalam rangka pemecahan Rekor MURI untuk KB pria serentak se-Indonesia.
"Pelaksanaannya dilakukan selama dua hari. Di Jawa Timur, masing-masing daerah mendapat alokasi lima peserta. Tapi alhamdulillah, di Kota Blitar ada tujuh peserta yang mendaftar," jelas Parminto.
Sejak MOP dikenalkan di Kota Blitar, sudah ada sekitar 200 pria yang ikut serta. Pemkot juga menyiapkan insentif sebesar Rp 1,6 juta untuk setiap peserta MOP yang dananya bersumber dari APBD. Insentif ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pemulihan pascaoperasi.
Selain gratis, Pemkot juga mengandalkan kader-kader KB pria untuk terus mengedukasi masyarakat soal vasektomi. "Kami berharap ke depan makin banyak bapak-bapak yang ikut MOP, karena ini bentuk nyata dukungan terhadap perempuan dan keluarga," pungkas Parminto. (sub/din)
Editor : M. Subchan Abdullah