Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Strategi Pemberantasan Korupsi di Sektor Publik: Berkaca dari Negara Lain

Didin Cahya Firmansyah • Kamis, 8 Mei 2025 | 23:30 WIB

 

Photo
Photo

 

Oleh:

Tisya Intan Rahmasandi

Mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Fakultas Bisnis, Hukum dan Ilmu Sosial

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

 

KORUPSI merupakan masalah serius dan mengakar dalam berbagai aspek kehidupan, yang dapat menghambat pembangunan dan kemajuan di banyak negara, termasuk Indonesia. Pemberantasan korupsi di sektor publik memerlukan strategi yang efektif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan membangun integritas serta transparansi dalam masyarakat.

Dalam upaya meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi, kita dapat berkaca dari pengalaman negara lain yang telah berhasil mengurangi tingkat korupsi. Misalnya, Singapura yang terkenal dengan kebijakan anti-korupsi sangat ketat. Strategi pemberantasan korupsi di Singapura melalui pembentukan badan anti-korupsi yaitu Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB). Penegakan hukum yang tegas dan pendidikan publik dapat menciptakan budaya anti-korupsi yang kuat. Akses yang terbuka pada informasi publik juga dapat meningkatkan akuntabilitas.

Selain itu, ada negara Denmark yang menjadi negara dengan korupsi terendah dan juga dikenal dengan negara paling transparan di dunia. Strategi pemberantasan korupsi di Denmark yaitu dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik. Serta sistem pengawasan internal yang kuat, sehingga dapat mencegah terjadinya korupsi.

Dalam upaya pemberantasan korupsi Indonesia kita dapat berkaca dari negara Singapura dan Denmark. Kita  bisa menerapkan beberapa strategi yang telah berhasil di negera tersebut seperti:

Pembentukan badan anti-korupsi yang independen dan kuat. Indonesia telah memiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah berperan penting dalam pemberantasan korupsi. Namun, KPK perlu diberikan otoritas lebih luas, tidak ada aturan yang membatasi wewenang KPK serta dukungan yang kuat untuk meningkatkan efektivitasnya.

Selain itu penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas sangat penting. Pemerintah perlu meningkatkan transparansi dalam pengelolaan anggaran publik dan memastikan bahwa setiap pengeluaran dapat dipertanggungjawabkan.

Serta pemerintah perlu memperkuat sistem pengawasan internal untuk mencegah terjadinya korupsi dan memastikan bahwa setiap pelanggaran dapat ditindaklanjuti dengan tegas, cepat dan efektif.

Pemberantasan korupsi di sektor publik memerlukan strategi yang efektif dan berkelanjutan. Dengan belajar dari pengalaman negara lain, kita dapat meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia. Pemerintah perlu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan internal untuk menciptakan good governance. Dengan begitu kita bisa menciptakan Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Umsida Sidoarjo #kpk #mahasiswa #Tisya Intan Rahmasandi