BLITAR - Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin berjanji bakal turun tangan langsung menangani kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo. Bahkan ia bersiap untuk ngantor di rumah sakit pelat merat tersebut.
Salah satu bentuk upaya yang dilakukan Mas Ibin-sapaan akrab wali kota, dengan menunjuk nakhoda baru untuk menjadi ujung tombak pelayanan di rumah sakit pelat merah tersebut.
Pasalnya, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar ini merasa bahwa kondisi rumah sakit kebanggan warga kota ini sangat memprihatinkan, sehingga dia merasa memiliki tanggungjawab moral sebagai kepala daerah yang notabene masih baru, untuk segera melakukan perbaikan.
“Masak saya baru menjabat sebulan lebih, tapi kemudian tahu-tahu rumah sakit sudah menanggung hutang yang demikian besar. Saya benar-benar kecewa dengan kinerja pejabat di rumah sakit ini,” jelasnya.
Akhirnya, jelas dia, melihat kondisi rumah sakit yang seperti itu, dia segera melakukan upaya cepat, salah satunya dengan melakukan pergantian dan menunjuk dr. Bernard untuk sementara menjadi pelaksana tugas direktur untuk menggantikan direktur sebelumnya yang memang akmemasuki masa purna tugas.
“Ya, karena memang kondisinya yang darurat, saya harus segera menunjuk pelaksana tugas direktur untuk segera menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Dan siap tidak siap, harus ada yang berani mengambil sikap tegas,” ujar Mas Ibin.
Tak hanya sekedar menunjuk nakhoda baru yang bisa mengambil tindakan cepat dan tegas, namun dirinya juga akan turun tangan dan bakal memantau perkembangan pelayanan kesehatan dan pengelolaan rumah sakit tersebut, bahkan akan terus melakukan evaluasi secara berkala.
“Tentu saya tidak lepas tangan, selain menunjuk pelaksana tugas direktur, juga akan turun langsung dan terus melakukan pemantauan dan evaluasi perkembangan yang ada, baik dalam hal pelayanan maupun pengelolaan secara administrasinya,” tegasnya.
Dia menilai, ada kondisi yang kurang benar dan pembiaran dalam beberapa tahun terakhir, sehingga membuat internal manajemen dan pelayanan menjadi tak berjalan sesuai yang diharapkan.
Jumlah pelayanan pasien yang masuk dengan biaya operasional dan lain-lain yang harus ditanggung keuangan rumah sakit tak seimbang.
“Kalau sudah seperti ini, kan tidak seimbang. Pasien yang datang sedikit, sementara beban operasional semakin besar. Ini kan tidak pas untuk rumah sakit sebesar Mardi Waluyo ini,” bebernya.
Dia berharap, dalam beberapa bulan ke depan kondisi rumah sakit milik pemkot ini segera berangsur-angsur membaik.
Meskipun cukup sulit untuk membuat kondisi benar-benar membaik seperti sebelumnya, tapi minimal ada upaya bersama untuk segera membuat perubahan ke arah yang lebih baik.
“Harapan saya dalam beberapa bulan mendatang ada perubahan positif, memang sangat sulit dan itu menjadi tantangan buat saya dan pihak manajemen yang baru, untuk membuat inovasi dan terobosan untuk membuat lebih baik,” harapnya. (ady)
Editor : M. Subchan Abdullah