BLITAR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar tengah menghadapi tantangan menyusul berkurangnya jumlah juru parkir (jukir) resmi. Dari semula 97 orang, kini hanya tersisa sekitar 80 jukir aktif. B
erkurangnya petugas ini terjadi karena sebagian besar dari mereka diterima sebagai aparatur sipil negara (ASN), yakni lolos seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Untuk mendapatkan solusi membuka rekrutmen jukir, dishub tengah berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar.
Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Agus Santosa mengatakan, saat ini petugas parkir di Bumi Penataran kurang memenuhi cakupan wilayah. Sebab, ada lebih dari 100 titik parkir resmi di Kabupaten Blitar yang harus dijaga.
“Total ada sekitar 17 juru parkir kami yang lolos PPPK. Jadi sekarang tinggal sekitar 80-an. Tentu jumlah itu belum bisa dikatakan cukup. Masih kurang. Namun, terkait cari pengganti petugas, kami masih konsultasi kepada BKPSDM ,” katanya, Rabu (25/6/2025).
Agus melanjutkan, kondisi ini dinilai cukup berpengaruh terhadap operasional pengelolaan parkir, terutama menjaga ratusan titik parkir resmi yang tersebar di Kabupaten Blitar. Petugas parkir ini tidak hanya bertugas menarik parkir konvensional, tetapi juga melayani pengguna parkir berlangganan.
Dia kini tengah berkonsultasi dengan pimpinan daerah dan instansi terkait, termasuk BKPSDM, untuk mencari solusi pengadaan jukir pengganti.
“Untuk saat ini kami belum memiliki pengganti. Tapi kami sedang cari jalan keluarnya agar tidak mengganggu kinerja dan capaian retribusi parkir. Karena saat ini satu petugas parkir menjaga beberapa titik,” jelasnya.
Selama ini, jukir resmi yang bertugas di lapangan merupakan tenaga harian lepas (THL) yang mendapat honor dari pemerintah. Mereka ditempatkan di titik-titik strategis guna memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir.
Meski ada pengurangan tenaga, Agus optimistis target pendapatan parkir sebesar Rp 12 miliar pada tahun ini masih bisa tercapai. Sebab, capaian saat ini masih dalam tren positif dan mendekati target.
“Memang kondisi ini baru terjadi, karena PPPK baru diangkat bulan ini. Tapi capaian parkir kita tetap bagus, mendekati 100 persen dari target,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah