BLITAR – Mendapat suntikan anggaran dari pemerintah pusat menjadi harapan besar Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.
Lewat proposal permohonan bantuan anggaran yang mencapai Rp 200 miliar sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kesehatan.
Pemkot menaruh harapan besar terhadap proposal tersebut. Mendapat lampu hijau dan disetujui oleh pusat.
Apalagi, kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka beberapa waktu lalu dimanfaatkan serius oleh wali kota untuk menyampaikan riil pelayanan kesehatan di Bumi Bung Karno, termasuk fasilitas pendukung yang belum terpenuhi.
“Kedatangan Mas Wapres pekan lalu itu menjadi peluang emas bagi kami. Saat itu, beliau (wapres) menyampaikan agar usulan-usulan segera dimasukkan, terutama terkait kelengkapan alat kesehatan (alkes) di semua fasilitas pelayanan kesehatan, mulai puskesmas dan RSUD,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, dr Dharma Setiawan, Jumat (27/6/2025).
Pemkot melalui dinkes, jelas Dharma, sudah mendata fasilitas alkes apa saja yang belum terpenuhi di tiap puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) milik pemkot.
Terutama, fasilitas pendukung yang bisa mengoptimalkan layanan rawat jalan maupun rawat inap di puskesmas dan RSUD.
”Pada saat itu proposal langsung kami ajukan ke Mas Wapres. Proposal itu mengenai bantuan pengadaan alkes untuk puskesmas dan RSUD Mardi Waluyo. Nilainya mencapai sekitar Rp 200 miliar,” terangnya.
Adapun bantuan alkes yang diusulkan salah satunya adalah imaging atau pencitraan diagnostik.
Alkes tersebut merupakan perangkat medis yang digunakan untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh pasien dan membantu dokter dalam mendiagnosis berbagai kondisi kesehatan.
Sesuai rencana, alkes itu untuk kebutuhan pelayanan medis di RSUD Mardi Waluyo.
Lewat alkes canggih tersebut, RSUD mampu membeberkan hasil diagnosis secara ilmiah kepada pasien.
Dengan begitu, diagnosis yang dihasilkan akurat. ”Dengan keberadaan alkes yang mumpuni tersebut, RSUD diharapkan jadi rumah sakit rujukan sejumlah rumah sakit yang ada di Kota Blitar,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, RSUD Mardi Waluyo saat ini menjadi Rumah Sakit Tipe B Pendidikan dan mengampu lima rumah sakit di kota yang tipe C.
Karena itu, pemkot berupaya RSUD Mardi Waluyo ini menjadi sejumlah rumah sakit, puskesmas, ataupun klinik kesehatan di bawahnya.
“Sesuai tagline dari Mas Wali ‘Ketika Sakit, Ingat RSUD Mardi Waluyo’. Harapan kami, RSUD menjadi rumah sakit berkualitas, baik dari sisi sumber daya manusianya dan fasilitasnya. Begitu pun tiga puskesmas yang ada,” pungkasnya. (sub/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah