BLITAR - Pembangunan lanjutan gelanggang olahraga (GOR) bela diri di Bumi Bung Karno memasuki tahap II tahun ini.
Namun, target penyelesaian pembangunan harus mundur dari rencana awal karena dampak efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.
Diperkirakan, proyek pembangunan GOR tersebut baru bisa tuntas pada tahun depan atau 2026. Pembangunan bakal berlanjut di tahap III untuk penyempurnaan fisik GOR serta kelengkapan fasilitas.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar, Aminurcholis mengatakan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 550 juta untuk pembangunan tahap II di tahun ini.
Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan pembangunan tahap pertama yang menelan anggaran hampir Rp 1 miliar.
"Awalnya kami mengajukan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk menyelesaikan tahap II, tapi karena adanya efisiensi anggaran, yang disetujui hanya sekitar setengah miliar," ujarnya, Selasa (1/7/2025).
Kondisi ini membuat target penyelesaian proyek GOR bela diri yang berada di kawasan Sport Center, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, harus ditunda.
Dispora memprediksi penyelesaian total bangunan baru bisa dilakukan melalui pembangunan tahap III pada 2026 mendatang.
Aminurcholis menjelaskan, fokus pembangunan tahap II kali ini diarahkan pada penyempurnaan lantai GOR, instalasi listrik, serta pemenuhan dinding gedung.
Meski belum sepenuhnya rampung, diharapkan setelah tahap II ini, GOR tersebut sudah bisa digunakan minimal untuk latihan para atlet bela diri.
"Setidaknya bisa dimanfaatkan dulu meski belum sepenuhnya sempurna. Tahap III nanti akan kami dorong untuk penyempurnaan bangunan secara menyeluruh," imbuhnya.
Baca Juga: Jembatan Kali Mlalo di Gandusari Kabupaten Blitar Butuh Dukungan Akses yang Mulus
Pembangunan GOR khusus bela diri tersebut merupakan bagian dari komitmen pemkot untuk meningkatkan fasilitas olahraga di daerah. Menurut Aminurcholis, keberadaan sarana latihan yang layak sangat penting untuk mendukung pembinaan atlet dan mendorong pencapaian prestasi di berbagai kejuaraan.
“Pemkot tetap berupaya mengoptimalkan anggaran yang ada untuk memenuhi kebutuhan sarana olahraga. Khususnya untuk mendukung pembinaan atlet sejak usia dini,” pungkasnya. (sub/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah