Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemkot Blitar Ajukan Proposal Rp 30 M ke Kemenpora Rombak Sirkuit Bung Karno

M. Subchan Abdullah • Senin, 28 Juli 2025 | 18:00 WIB

 

BLITAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tengah mempersiapkan rencana strategis untuk meningkatkan kualitas Sirkuit Bung Karno. Sirkuit yang dulunya dikenal sebagai Sirkuit Sentul itu bakal dirombak total agar memenuhi standar nasional.

Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama dalam merealisasikan rencana tersebut. Karena itu, pemkot akan mengajukan bantuan anggaran untuk perombakan sirkuit sepanjang sekitar 1.400 meter tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar, M. Aminurcholis mengungkapkan, rencana perombakan sirkuit sebenarnya sudah lama digaungkan. Namun hingga kini masih belum terealisasi karena terbentur ketersediaan anggaran di daerah.

“Untuk merombak semua sarana dan prasarana sesuai standar nasional, estimasi kebutuhan anggarannya sekitar Rp 30 miliar. Tentu itu terlalu besar jika hanya mengandalkan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah, Red),” ujarnya, Minggu (27/7/2025).

Oleh karena itu, dia mengaku tengah berupaya mengajukan bantuan dana ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Selain itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin juga aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk membuka peluang dukungan anggaran.

Dispora menargetkan revitalisasi sirkuit bisa dimulai pada 2026, baik di awal maupun akhir tahun. Namun, semua bergantung pada kesiapan anggaran. Dalam proposal yang diajukan ke pusat, dana sebesar Rp 30 miliar itu dirancang untuk membenahi berbagai fasilitas utama dan pendukung sirkuit.

Mulai dari lintasan balap, paddock, pit stop, hingga sistem pencahayaan. "Termasuk panjang lintasan juga akan ditambah menyesuaikan dengan standar nasional," imbuh Cholis.

Berdasarkan aturan, sirkuit standar nasional minimal memiliki panjang total 1.400 meter dan trek lurus sejauh 460 meter. Saat ini, Sirkuit Bung Karno masih masuk kategori grade D karena keterbatasan lahan.

“Lahan yang kita miliki memang ideal untuk sirkuit grade D. Tapi dengan sedikit penyesuaian panjang lintasan dan perbaikan sarana lainnya, kita optimistis bisa naik kelas,” paparnya.

Tak hanya fokus pada sirkuit, pemkot juga berencana melengkapi fasilitas pendukung lain di sekitarnya. Termasuk memperbaiki akses masuk menuju sirkuit agar mendukung penyelenggaraan event berskala nasional di masa mendatang.

Dengan perombakan ini, dispora berharap Sirkuit Bung Karno bisa menjadi magnet baru bagi dunia otomotif nasional dan mengangkat nama Kota Blitar di kancah olahraga balap. ”Tentu harapannya bisa jadi tuan rumah penyelenggaraan event balap level regional, bahkan nasional,” tandasnya. (sub/c1) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#sirkuit #blitar #Dispora #Bung Kanro #Pemkot Blitar