BLITAR - Blitar resmi menginjak usia ke-701 tahun ini. Momentum ini tak sekadar perayaan angka tua, tapi juga menjadi simbol semangat baru menuju pembangunan yang lebih unggul, berkelanjutan, dan merata.
Dengan tagline “Blitar Digdaya, Jaya Linuwih”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan terobosan nyata demi kesejahteraan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Bupati Blitar Rijanto dan Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah, Kabupaten Blitar mulai bergerak lincah.
Meski menghadapi tantangan besar, seperti efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, pasangan ini tetap tancap gas.
Dalam lima bulan pertama masa kerjanya, berbagai program pembangunan —baik fisik maupun sumber daya manusia (SDM)— mulai dijalankan.
“Kita harus tetap semangat agar bisa membangun Kabupaten Blitar yang luar biasa,” tegas Bupati Rijanto saat ditemui di Pendapa Ronggo Hadi Negoro (RHN), beberapa waktu lalu.
Visi Blitar Berdaya dan Berjaya dijabarkan lewat program konkret yang terbagi dalam empat Catur Dharma. Yakni, Catur Dharma pertama fokus pada peningkatan SDM.
Pemerintah menggelar program beasiswa bagi siswa berprestasi, festival kepemudaan, pembinaan olahraga, hingga event untuk penyandang disabilitas dan lansia. Semua ini demi membangun generasi yang unggul dan inklusif.
Sementara itu, pada Catur Dharma kedua, pemkab menaruh perhatian serius pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pelatihan kerja digencarkan menyasar anak-anak muda yang memiliki potensi di bidangnya.
UMKM lokal didorong naik kelas melalui pembinaan intensif dan dukungan pemasaran. Tujuannya jelas: mendorong ekonomi keluarga di tengah tantangan nasional.
Tak hanya itu, Catur Dharma ketiga, Rijanto–Beky berkomitmen meningkatkan kualitas birokrasi dan pelayanan publik. Inovasi pun dihadirkan.
Mulai tahun ini, Pemkab Blitar meluncurkan “Rizky”, program internet gratis di kantor-kantor pelayanan dan ruang terbuka hijau. Cukup dengan scan barcode, masyarakat bisa mengakses internet cepat tanpa hambatan jaringan. Pelayanan administrasi pun jadi makin mudah dan efisien.
Langkah digitalisasi ini juga menjawab dinamika sosial yang berkembang di dunia maya. Misalnya, fenomena bullying dan musik sound horeg yang marak di media sosial beberapa waktu terakhir.
Pemkab bergerak cepat dengan koordinasi lintas sektor. Semua itu sejalan dengan Catur Dharma keempat: menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.
Hari Jadi Ke-701 Blitar kali ini memang terasa berbeda. Tagline “Blitar Digdaya, Jaya Linuwih” bukan hanya simbol estetik, melainkan menjadi semangat baru untuk melangkah maju.
Kata "Digdaya" menggambarkan kekuatan, "Jaya" berarti kejayaan, dan "Linuwih" adalah keunggulan. Semuanya terangkum dalam harapan Blitar untuk menjadi daerah yang mandiri, makmur, dan terdepan.
Rijanto juga menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi berbasis rakyat. Salah satunya lewat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Seluruh proses legalisasi KDMP di Kabupaten Blitar didanai dari APBD.
“Peluang ini sangat bagus, tapi kalau tidak dikelola dengan baik bisa berujung masalah. Maka dari itu, SDM pengurus koperasi harus betul-betul disiapkan,” tegasnya.
Dengan usia yang sudah melewati tujuh abad, Blitar kini sedang menata pijakan barunya. Bukan sekadar mempertahankan warisan, melainkan juga menyiapkan masa depan.
Bersama rakyat, Pemkab Blitar ingin membuktikan bahwa usia tua bisa jadi momentum untuk menyala lebih terang. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah