Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kebon Duren Punya Roti, Keripik, hingga Es Krim: Kreativitas UMKM yang Lahir dari Reforma Agraria

Findika Pratama • Jumat, 8 Agustus 2025 | 23:35 WIB

ILUSTRASI UMKM
ILUSTRASI UMKM

BLITAR – Program reforma agraria di Kabupaten Blitar kembali menorehkan cerita sukses. Desa Kebon Duren di Kecamatan Ponggok kini dikenal bukan hanya sebagai sentra pertanian dan peternakan, tetapi juga sebagai desa yang melahirkan berbagai produk kuliner unik. Dari roti, keripik, hingga es krim, kreativitas UMKM lokal tumbuh pesat berkat pendampingan dari ATR/BPN Kabupaten Blitar.

Kepala Desa Kebon Duren menyampaikan bahwa program reforma agraria yang berjalan di desanya tidak hanya mengatur redistribusi tanah, tetapi juga menghidupkan sektor ekonomi kreatif. “Lewat pendampingan, warga kami belajar cara membuat produk kuliner yang berkualitas, mendapatkan sertifikat halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga mengemas dan memasarkannya secara modern,” ujarnya.

Pendampingan yang menjadi bagian dari reforma agraria ini melibatkan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Blitar, Balai Penyuluh Pertanian, dan pemerintah daerah. Pelaku usaha diberikan pelatihan mulai dari pengolahan bahan baku, inovasi resep, pengemasan, hingga strategi pemasaran digital. Hasilnya, lahirlah berbagai produk yang kini memiliki daya tarik di pasar lokal dan luar daerah.

Baca Juga: Mantan PMI Blitar Ikut Pelatihan Kewirausahaan Interior Rumah di Workshop Disma House

Produk-produk kuliner dari Kebon Duren memiliki karakter unik. Keripik singkong dan pisang dibuat dengan teknik modern yang mempertahankan kerenyahan, roti dan kue menggunakan resep yang disesuaikan dengan selera pasar, sedangkan es krim lokal memanfaatkan bahan alami dari hasil pertanian desa. Inovasi ini membuat UMKM Kebon Duren mampu bersaing dengan produk pabrikan.

Dengan lahan pertanian seluas 193 hektar, Desa Kebon Duren memiliki pasokan bahan baku yang melimpah. Padi, jagung, dan hortikultura menjadi komoditas utama yang tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah. Misalnya, jagung menjadi bahan dasar camilan, atau buah lokal diolah menjadi selai dan topping es krim.

Sektor peternakan desa juga ikut mendukung industri kuliner lokal. Susu sapi segar, misalnya, diolah menjadi bahan utama pembuatan roti dan es krim. Hal ini menciptakan rantai pasok yang saling menguntungkan antara petani, peternak, dan pelaku UMKM.

Baca Juga: Warung Makti Blitar: Sensasi Kuliner Ikan Segar dari Sungai Brantas yang Bikin Ketagihan

Data pendampingan mencatat, mayoritas warga bekerja sebagai petani (364 responden), peternak (135 responden), dan pelaku UMKM (101 responden). Sebelum adanya program reforma agraria, banyak pelaku usaha belum memiliki legalitas maupun akses pemasaran. Kini, berkat pendampingan dan sertifikasi, produk kuliner mereka lebih mudah masuk ke pasar modern dan mengikuti pameran di tingkat kabupaten hingga provinsi.

Infrastruktur desa juga ikut dibenahi. Penambahan saluran irigasi, perbaikan jalan, dan pembangunan tanggul penahan tanah tidak hanya bermanfaat bagi sektor pertanian, tetapi juga mempermudah distribusi produk UMKM ke pasar yang lebih luas.

Kepala Desa Kebon Duren optimistis potensi ini akan terus berkembang. “Kami ingin menjadikan Kebon Duren sebagai desa wisata kuliner berbasis pertanian dan peternakan. Semua dimulai dari reforma agraria yang memberikan dasar kuat bagi warga untuk berusaha,” katanya.

Baca Juga: Kisah Warung Makti: Warung Legendaris Blitar yang Bertahan Puluhan Tahun Menjadi Ikon Kuliner Tradisional

Keberhasilan Desa Kebon Duren menunjukkan bahwa reforma agraria tidak hanya soal lahan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi kreatif. Sinergi antara potensi alam, keterampilan warga, dan dukungan pemerintah membuat desa ini mampu menghasilkan produk kuliner yang memiliki ciri khas, rasa otentik, dan nilai ekonomi tinggi.

Jika inovasi terus dilakukan, bukan tidak mungkin produk roti, keripik, dan es krim dari Kebon Duren akan menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Blitar yang dicari wisatawan. Lebih dari itu, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa lain untuk mengoptimalkan program reforma agraria sebagai pintu masuk menuju kemandirian ekonomi.

 

Naruto x Freefire
Naruto x Freefire
Reedem Hadiah Free Fire
Reedem Hadiah Free Fire
Editor : Anggi Septian A.P.
#kantah kabupaten blitar #BPN #reforma agraria