BLITAR – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Blitar tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi pertanahan.
Instansi ini juga memperhatikan kenyamanan dan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Mulai dari penyandang disabilitas hingga keluarga dengan anak kecil, semua mendapat fasilitas memadai.
Kepala Kantah Kabupaten Blitar, Budi Hartanto, S.S.T., M.H., mengatakan bahwa pelayanan prima harus bersifat inklusif.
“Pelayanan bukan hanya soal cepat, tapi juga soal kenyamanan dan kemudahan bagi semua,” ujarnya.
Hal ini menjadi salah satu prioritas Kantah Kabupaten Blitar dalam reformasi pelayanan publik.
Berbagai fasilitas disiapkan untuk mendukung kenyamanan pemohon layanan.
Tersedia kursi roda, parkir khusus disabilitas, hingga jalur akses yang ramah pengguna.
Bagi ibu menyusui, disediakan ruang laktasi yang bersih dan tertutup.
Fasilitas Inklusif untuk Semua
Fasilitas pendukung di Kantah Kabupaten Blitar dirancang untuk memastikan setiap warga bisa mengakses layanan tanpa hambatan.
Kursi tunggu disusun rapi, memberikan ruang cukup untuk pengguna kursi roda.
Musala juga disiapkan agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman.
Bagi pemohon yang membawa anak kecil, tersedia ruang laktasi lengkap dengan kursi dan fasilitas cuci tangan.
Fasilitas ini jarang ditemui di instansi layanan publik, sehingga menjadi nilai tambah.
Budi menyebut, ruang ini mendapat banyak apresiasi dari para ibu.
Area parkir dibuat luas agar memudahkan kendaraan roda empat maupun roda dua.
Parkir khusus disabilitas diberi tanda jelas di dekat pintu masuk.
Dengan begitu, mobilitas pengguna layanan tetap terjaga meskipun area cukup ramai.
Baca Juga: Terlibat Kasus Dugaan Korupsi DD, Kades di Blitar Ini Harus Diberhentikan Sementara oleh Pemkab
Dukungan Digitalisasi Pelayanan
Selain fasilitas fisik, Kantah Kabupaten Blitar juga mengembangkan layanan digital.
Melalui sistem Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP), pemohon dapat memeriksa sertifikat, melihat zona nilai tanah, hingga melakukan pembayaran non-tunai.
Semua ini bisa dilakukan tanpa harus berpindah dari satu loket ke loket lainnya.
Digitalisasi ini membuat proses lebih cepat dan efisien.
Bagi pemohon dengan keterbatasan fisik, layanan ini sangat membantu karena mengurangi waktu tunggu.
Petugas juga siap membantu mengarahkan pengguna yang belum familiar dengan sistem.
Budi menegaskan bahwa fasilitas inklusif ini bukan sekadar pelengkap.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang merata dan setara,” jelasnya.
Ia berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat.
Pelayanan dengan Sentuhan Humanis
Petugas di Kantah Kabupaten Blitar dibekali pelatihan untuk memberikan pelayanan ramah kepada semua pemohon.
Hal ini termasuk cara berinteraksi dengan penyandang disabilitas atau ibu yang membawa anak kecil.
Pendekatan ini menciptakan suasana lebih nyaman dan bersahabat.
Selain ramah, petugas juga sigap membantu warga yang memerlukan bantuan fisik.
Misalnya, mendorong kursi roda atau mengarahkan ke ruang laktasi.
Semua dilakukan tanpa membedakan status atau latar belakang pemohon.
Filosofi pelayanan ini sejalan dengan amanat undang-undang tentang kesetaraan akses layanan publik.
Kantah Kabupaten Blitar ingin menjadi contoh bagi instansi lain dalam hal inklusivitas.
“Pelayanan publik harus bisa diakses oleh semua, tanpa kecuali,” tegas Budi.
Baca Juga: Atlet Tinju asal Blitar Bayu Bulldozer Wakili Indonesia di ajang Internasional di Uzbekistan
Capaian Kinerja dan Komitmen Berkelanjutan
Fasilitas inklusif ini melengkapi capaian kinerja Kantah Kabupaten Blitar sepanjang 2023.
Instansi ini berhasil menuntaskan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 60.350 bidang.
Redistribusi tanah juga tercapai 100 persen dari target.
Sepanjang tahun, tercatat 22.561 permohonan layanan berhasil diproses.
Jenis layanan bervariasi, mulai dari pendaftaran tanah, pemeliharaan data, hingga penyelesaian sengketa.
Semua layanan didukung 87 sumber daya manusia yang kompeten.
Budi memastikan bahwa inovasi dan fasilitas akan terus dikembangkan.
Rencana ke depan termasuk memperluas ruang tunggu dan menambah kursi roda.
Peningkatan kapasitas digital juga menjadi fokus agar layanan semakin mudah diakses.
Baca Juga: Demi Digitalisasi, Siswa SMPN Blitar Ini Dilatih Lebih Mandiri dan Siap Hadapi Tantangan Masa Depan
Harapan untuk Masyarakat
Dengan adanya fasilitas inklusif, diharapkan masyarakat tidak ragu mengurus kebutuhan pertanahan.
Semua warga, baik yang memiliki keterbatasan fisik maupun tidak, memiliki hak yang sama atas pelayanan.
Kantah Kabupaten Blitar ingin menciptakan suasana kantor yang ramah dan terbuka.
Budi mengajak warga untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada.
Ia juga membuka ruang masukan untuk perbaikan pelayanan.
“Kritik dan saran sangat kami perlukan agar layanan semakin baik,” ujarnya.
Kantah Kabupaten Blitar berharap inovasi ini dapat menginspirasi instansi lain.
Pelayanan publik yang inklusif akan menciptakan kepercayaan dan rasa memiliki dari masyarakat.
Itu sebabnya, fasilitas fisik dan pelayanan ramah akan terus dipertahankan.
Baca Juga: Proses Perizinan Delapan Pabrik Rokok di Kota Blitar Sudah Kelar, DPMPTSP: Sudah Bisa Beroperasi
Penutup
Kantah Kabupaten Blitar telah membuktikan bahwa pelayanan publik bisa menggabungkan kecepatan, teknologi, dan sentuhan kemanusiaan.
Dari kursi roda hingga ruang laktasi, semua dihadirkan untuk memastikan kenyamanan setiap warga.
Langkah ini menjadi wujud nyata pelayanan prima yang setara bagi semua.