BLITAR – Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar membeberkan rencana strategis pertanahan untuk tahun 2025. Fokusnya meliputi revisi tata ruang wilayah, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, hingga penguatan investasi. Langkah ini diharapkan menjadi pendorong kemajuan ekonomi dan pariwisata daerah.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar, Barkah, menyampaikan optimismenya dalam wawancara di Channel YouTube Radar Blitar TV. Menurutnya, arah pembangunan Blitar harus terintegrasi antara sektor pertanahan, infrastruktur, dan investasi. “Tata ruang yang baik akan mempermudah semua sektor berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembaruan rencana tata ruang wilayah (RTRW) menjadi salah satu prioritas 2025. Hal ini penting agar kebijakan pembangunan selaras dengan perkembangan kebutuhan daerah. RTRW yang akurat akan meminimalkan konflik lahan di masa mendatang.
Barkah menjelaskan, dukungan Kantor Pertanahan terhadap infrastruktur tidak hanya sebatas administrasi. Pihaknya juga terlibat dalam penyiapan lahan untuk proyek strategis seperti jalan tol dan jalur CLS (Coastal Line South). “Kami pastikan semua proses pertanahan berjalan lancar dan sesuai aturan,” tegasnya.
Pembangunan jalan tol diharapkan membuka konektivitas Blitar dengan daerah lain. Dengan akses yang lebih cepat, potensi ekonomi lokal bisa meningkat pesat. Sementara jalur CLS akan memperkuat sektor logistik dan pariwisata pesisir.
Menurut Barkah, keberhasilan proyek-proyek ini bergantung pada ketersediaan data pertanahan yang akurat. Kantor Pertanahan sedang mempercepat proses digitalisasi untuk memastikan semua data mudah diakses. Hal ini sekaligus memperkuat perlindungan hukum bagi pemilik tanah.
Digitalisasi data menjadi salah satu fokus utama BPN Blitar. Sistem informasi pertanahan kini dibuat lebih modern agar kompatibel dengan berbagai kebutuhan investasi. Pemilik tanah, investor, hingga pemerintah daerah bisa mengakses data secara cepat dan aman.
Barkah menekankan bahwa keamanan data menjadi prioritas. Penyimpanan berbasis server nasional dilengkapi dengan teknologi enkripsi. Dengan begitu, risiko manipulasi atau kehilangan data dapat ditekan.
Ia juga melihat digitalisasi sebagai pintu masuk kolaborasi lintas sektor. Data pertanahan yang terintegrasi dengan data perizinan dan tata ruang akan mempercepat realisasi proyek. “Investor tidak perlu menunggu lama untuk verifikasi status tanah,” ungkapnya.
Kebijakan pertanahan yang jelas akan memberikan kepastian hukum bagi investor. Barkah mencontohkan, proyek pariwisata berbasis alam membutuhkan koordinasi yang matang. Mulai dari legalitas lahan hingga kesesuaian dengan zonasi RTRW.
Dengan dukungan Kantor Pertanahan, pengembang tidak perlu khawatir menghadapi tumpang tindih kepemilikan. Semua proses akan melalui verifikasi resmi sebelum pembangunan dimulai. Hal ini diharapkan membuat iklim investasi di Blitar semakin kondusif.
Selain sektor swasta, pemerintah daerah juga diuntungkan. RTRW yang terbaharui akan menjadi panduan untuk menyusun rencana pembangunan tahunan. Dengan begitu, setiap proyek berjalan sesuai visi jangka panjang daerah.
Barkah juga menyoroti pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan tata ruang. Menurutnya, warga memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. “Pembangunan harus tetap memperhatikan kelestarian,” tegasnya.
Ia menilai, keberhasilan pembangunan bukan hanya soal infrastruktur fisik. Pembangunan harus memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga kualitas hidup. Karena itu, sektor pertanian dan kehutanan tetap menjadi bagian penting dalam RTRW.
Barkah berharap, sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat bisa berjalan harmonis. Kolaborasi ini akan menciptakan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. “Kami ingin Blitar berkembang tanpa meninggalkan akar budayanya,” ujarnya.
Sementara itu, proyek jalan tol dan jalur CLS yang sedang dipersiapkan diprediksi membawa dampak besar pada sektor pariwisata. Akses yang lebih mudah akan menarik lebih banyak wisatawan ke Blitar. Mulai dari wisata sejarah, alam, hingga kuliner, semua berpotensi berkembang pesat.
Investasi di sektor pariwisata dipandang memiliki efek berganda. Selain meningkatkan pendapatan daerah, juga menciptakan lapangan kerja baru. “Pariwisata adalah wajah Blitar, kita harus kelola dengan baik,” kata Barkah.
Kantor Pertanahan berkomitmen untuk menjaga agar pengembangan pariwisata tetap sesuai dengan tata ruang. Zona konservasi akan tetap dipertahankan untuk melindungi ekosistem. Dengan begitu, pembangunan tidak merusak daya tarik alam yang menjadi modal utama.
Menutup pembicaraan, Barkah optimistis Outlook Pertanahan Blitar 2025 akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan daerah. Revisi tata ruang, dukungan infrastruktur, dan digitalisasi data menjadi kunci sukses. “Kami ingin setiap langkah pembangunan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan perencanaan yang matang, Blitar berpeluang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di selatan Jawa Timur. Kantor Pertanahan siap memastikan setiap proyek berjalan tertib dan aman. Barkah menegaskan, tahun 2025 akan menjadi momentum penting menuju Blitar yang maju dan berdaya saing.
Editor : Anggi Septian A.P.