BLITAR – Kementerian ATR/BPN kembali menegaskan komitmen percepatan Program Strategis Nasional (PSN) di bidang pertanahan. Menindaklanjuti hal itu, Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, Asep Heri, memimpin rapat maraton bersama jajaran pejabat struktural dan tim analis pada Senin (25/8/2025).
Rapat yang berlangsung di Surabaya ini membahas evaluasi capaian sekaligus strategi percepatan di berbagai daerah. Hadir dalam forum tersebut Kepala Bidang, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Subbagian, serta tim teknis yang terlibat langsung dalam implementasi program pertanahan.
Asep Heri menegaskan tidak ada ruang untuk penundaan. Memasuki momentum Bulan Bhakti Agraria, ia mengingatkan seluruh jajarannya agar setiap target yang sudah ditetapkan mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.
“Kita harus bekerja lebih keras dan cerdas. Program seperti PTSL, Redistribusi Tanah, dan Konsolidasi Tanah adalah amanah dari negara untuk rakyat. Institusi yang baik adalah institusi yang memiliki integritas dan intelegensi, dan prinsip itu harus kita pegang teguh,” tegas Asep.
Fokus Evaluasi Per Kabupaten/Kota
Rapat evaluasi yang dipimpin Asep berjalan cukup detail. Setiap kabupaten/kota diminta melaporkan progres pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), redistribusi tanah, hingga konsolidasi tanah. Tidak hanya itu, rapat juga mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul di lapangan, baik teknis maupun nonteknis.
Beberapa permasalahan yang menonjol antara lain hambatan administrasi, keterbatasan data, hingga sengketa lahan yang masih memerlukan penyelesaian lintas sektor. Menurut Asep, persoalan ini harus segera ditangani dengan langkah-langkah konkret agar tidak mengganggu pencapaian target nasional.
“Kita tidak boleh menunggu masalah selesai dengan sendirinya. Setiap kendala harus segera dicarikan solusi efektif. Jangan sampai ada tunggakan pekerjaan yang bisa menghambat capaian target,” ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci
Dalam rapat tersebut, Asep juga menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, keberhasilan program strategis Kementerian ATR/BPN tidak hanya ditentukan oleh internal BPN, tetapi juga kerja sama dengan pihak eksternal, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga para Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
Dengan kolaborasi yang lebih solid, Asep optimistis zero tunggakan pelayanan pertanahan bisa tercapai. Ia juga mendorong peningkatan koordinasi lintas bidang di internal Kanwil agar permasalahan bisa diselesaikan lebih cepat dan tepat.
Dorong Reforma Agraria dan Kesejahteraan
Percepatan target PSN, menurut Asep, pada akhirnya bertujuan mewujudkan reforma agraria yang lebih merata serta mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui PTSL, redistribusi, dan konsolidasi tanah, masyarakat akan mendapatkan kepastian hukum atas tanahnya sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi.
“Kita bekerja bukan hanya untuk menyelesaikan target administrasi, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur. Itulah esensi dari amanah yang diemban Kementerian ATR/BPN,” pungkas Asep.
Dengan semangat kerja maraton dan komitmen integritas, Kanwil BPN Jatim menegaskan kesiapannya untuk menjadi motor penggerak suksesnya program strategis nasional di bidang pertanahan.
Editor : Anggi Septian A.P.