BLITAR - Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin memimpin apel kesiapsiagaan dan deklarasi damai diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan pada Jumat (5/9/2025).
Kegiatan ini diikuti kurang lebih dari 5.000 masyarakat yang terdiri dari berbagai elemen.
Ia mengajak seluruh kekuatan di Kota Blitar untuk saling bergandengan tangan menjaga keamanan dan ketertiban pasca-peristiwa kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus lalu.
Sehingga berbagai kondisi yang terjadi di daerah lain tidak sampai terjadi di Kota Blitar, seprti adanya aksi yang berujung kerusuhan dan penjarahan kantor pemerintah.
“Kota Blitar tidak takut, Kota Blitar sudah siap. Apabila ada elemen-elemen manapun yang mencoba membuat rusuh, warga dan pemerintah siap menghadapinya,” tegasnya saat menyampaikan pidato dengan berapi-api, Jumat (5/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Wali Kota yang akrab disapa Mas Ibin ini memberikan apresiasi khusus kepada petugas keamanan yang selama ini aktif menjaga kondusivitas kota.
Salah satunya, perwakilan dari UPT Damkar Kota Blitar yang turut membantu memadamkan kebakaran di Kantor DPRD Kabupaten Blitar akibat kerusuhan beberapa waktu lalu.
“Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada jajaran keamanan, termasuk petugas pemadam kebakaran yang sigap membantu di lapangan. Ini bentuk sinergi nyata dalam menjaga ketertiban,” ujar Mas Ibin.
Selain itu, apel kesiapsiagaan ini juga dirangkai dengan deklarasi damai yang ditandatangani bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat daerah, organisasi masyarakat, hingga perkumpulan pekerja ojek online turut serta dalam deklarasi.
“Ini sebagai wujud komitmen bersama menjaga Blitar tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Dia berharap, semua elemen masyarakat yang hadir bisa bergandengan tangan dengan pemerintah daerah serta polisi dan TNI untuk menjaga Kota Blitar, agar tetap kondusif.
“Kami menginginkan Blitar selalu kondusif. Karena itu kita semua, dari masyarakat hingga pemerintah, harus bergandengan tangan untuk memastikan kota ini tetap aman,” pungkasnya. (mg2/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah