BLITAR - Pemerintah pusat memastikan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 senilai Rp600 ribu akan dimulai pertengahan Juni. Kabar baiknya, guru honorer kini dipastikan menjadi prioritas penerima bantuan.
BSU 2025 ditujukan untuk pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan.
Program ini menyasar pekerja formal hingga tenaga honorer yang terdaftar aktif di BPJS Ketenagakerjaan.
Kebijakan tersebut langsung disambut positif oleh banyak kalangan, khususnya tenaga pendidik non-PNS. Selama ini, guru honorer sering dianggap kurang mendapatkan perhatian dalam program bantuan sosial.
“Alhamdulillah, kami merasa dihargai dengan adanya BSU ini.
Beban hidup makin berat, dan bantuan ini bisa sedikit meringankan,” ujar Siti Aisyah, seorang guru honorer sekolah dasar di Tulungagung, Minggu (8/9/2025).
BSU tahun ini dialokasikan untuk dua bulan, yaitu Juni dan Juli 2025.
Setiap penerima akan mendapatkan Rp300 ribu per bulan sehingga totalnya Rp600 ribu.
Bantuan ini disalurkan melalui bank Himbara, yakni BRI, Mandiri, BNI, BTN, serta BSI khusus untuk wilayah Aceh. Dana ditransfer langsung ke rekening penerima yang sudah terdaftar.
Heru Agustin, konten kreator yang kerap membahas bantuan sosial di kanal YouTube-nya, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mendaftar. “Nama calon penerima diusulkan otomatis oleh perusahaan atau instansi tempat mereka bekerja,” jelasnya.
Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan sejumlah syarat penerima BSU tahun ini.
Pertama, penerima adalah warga negara Indonesia dengan NIK yang valid.
Kedua, penerima aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sampai 30 April 2025.
Ketiga, gaji maksimal penerima adalah Rp3,5 juta per bulan.
Keempat, penerima bukan ASN, prajurit TNI, maupun anggota Polri.
Kelima, diprioritaskan bagi pekerja yang belum pernah menerima PKH pada periode sebelumnya.
Kebijakan prioritas ini membuat guru honorer semakin berpeluang mendapatkan bantuan.
Pemerintah ingin memastikan kelompok rentan di sektor pendidikan tetap terjaga daya belinya.
Masyarakat bisa mengecek status penerimaan BSU lewat dua jalur resmi.
Pertama, melalui laman bsu.kemnaker.go.id dengan login menggunakan akun SiapKerja.
Kedua, melalui laman bpjsketenagakerjaan.go.id dengan mengisi NIK, nama lengkap, dan tanggal lahir. Sistem akan menampilkan status apakah sudah terdaftar sebagai calon penerima atau belum.
Jika belum muncul, masyarakat diminta melakukan pengecekan secara berkala.
Hal ini karena data penerima terus diperbarui sesuai hasil verifikasi.
Proses pencairan BSU 2025 relatif sederhana.
Dana akan otomatis masuk ke rekening penerima yang sudah sesuai dengan data BPJS Ketenagakerjaan.
Bagi penerima yang rekeningnya bermasalah, sistem akan meminta pembaruan rekening.
Setelah data diperbarui, dana akan kembali diproses sesuai aturan Permenaker No. 5 Tahun 2025.
Pemerintah menegaskan pencairan tidak dipungut biaya apapun.
Jika ada pihak yang meminta imbalan, masyarakat diminta segera melapor.
Penyaluran BSU 2025 dijadwalkan mulai pertengahan Juni.
Distribusi bantuan diperkirakan selesai hingga akhir Juni, menyesuaikan validasi data penerima.
Dengan adanya prioritas untuk guru honorer, program ini diprediksi akan memicu diskusi publik.
Banyak pihak menilai langkah pemerintah sebagai bentuk keadilan distribusi bantuan.
“Bantuan subsidi upah ini bukan sekadar angka, tetapi simbol perhatian bagi pekerja kecil.
Kami berharap realisasi pencairan tepat waktu,” kata Heru menutup keterangannya.
Editor : Anggi Septian A.P.