BLITAR KAWENTAR-Desa Panggungharjo di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menjadi salah satu contoh sukses desa yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat dengan mengubah paradigma pemerintahan dari administratif menjadi partisipatif.
Ketika Wahyudi Anggoro Hadi terpilih menjadi Kepala Desa Panggungharjo pada 2012, ia menghadapi masalah klasik yang lazim terjadi di banyak desa: hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat yang kaku dan terbatas pada urusan administrasi.
Wahyudi menilai bahwa pelayanan publik tidak boleh berhenti pada urusan dokumen, tetapi harus menjawab kebutuhan nyata warga. Dari sinilah lahir ide untuk memperluas dimensi pelayanan publik dengan menghadirkan solusi konkret — salah satunya lewat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Baca Juga: Cara Cek Pencairan Bansos PKH-BPNT 2025 di Aplikasi SIKS-NG, Praktis dan Akurat
Langkah tersebut kemudian melahirkan BUMDes Tanggung Lestari pada 2013. BUMDes ini dirancang bukan sekadar sebagai lembaga bisnis, melainkan sebagai instrumen reformasi birokrasi desa. Pemerintah desa ingin menciptakan ruang komunikasi baru dengan warga, di mana pemerintah menjadi fasilitator dan warga menjadi mitra aktif.
Perubahan pola relasi ini tidak terjadi seketika. Butuh waktu dan kepercayaan dari masyarakat agar mau terlibat dalam program yang mereka anggap tidak lazim sebelumnya. Namun, berkat pendekatan dialog dan keberpihakan pada kepentingan warga, perlahan muncul kesadaran kolektif bahwa pembangunan desa harus dikelola bersama.
Kini, Panggungharjo dikenal luas sebagai desa mandiri dan inovatif, yang tidak hanya mengelola potensi ekonomi, tetapi juga membangun budaya kolaboratif antara pemerintah dan warganya. Model ini banyak dijadikan rujukan nasional dalam reformasi tata kelola desa.
Baca Juga: Pemkot Blitar Batasi Usulan PPPK Paruh Waktu, Ini Alasan Wali Kota Mas Ibin
Perubahan besar di Panggungharjo menunjukkan bahwa kunci kemajuan desa bukan hanya dana atau infrastruktur, melainkan kemampuan pemimpin desa membangun kepercayaan dan kemitraan sejati dengan masyarakat