Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Capaian KIA di Kota Blitar Tembus 99 Persen, Apa Upaya Dispendukcapil Selama Ini?

M. Subchan Abdullah • Minggu, 30 November 2025 | 03:41 WIB

 

ILUSTRASI ANAK
ILUSTRASI ANAK

BLITAR KAWENTAR - Upaya Pemerintah Kota Blitar dalam memperluas kepemilikan kartu identitas anak (KIA) menunjukkan hasil signifikan.

Hingga November 2025, cakupan KIA di Kota Blitar telah mencapai 99,78 persen atau sekitar 38.207 anak.

Angka tersebut jauh melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 60 persen dari jumlah anak di suatu wilayah.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar, Wahyudi Eko Surono menjelaskan, tingginya capaian tersebut merupakan hasil konsistensi pelayanan kependudukan dan strategi jemput bola yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

“Target nasional KIA itu 60 persen. Kota Blitar sudah mencapai 99 persen lebih, tepatnya 99,78 persen. Jadi, kami jauh berada di atas standar nasional,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Meski demikian, masih ada sekitar 301 anak yang belum memiliki KIA. Wahyudi menekankan bahwa KIA merupakan identitas resmi bagi anak sebelum memiliki KTP.

Identitas ini juga penting untuk mengurus berbagai kebutuhan dalam kegiatan bermasyarakat.

“KIA itu penting sebagai identitas anak. Mereka belum punya KTP sampai usia 17 tahun, dan KIA dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk membuka rekening bank,” jelasnya.

Untuk memastikan seluruh anak dapat terlayani, pihak dispendukcapil telah menjalankan program jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah yang siswanya tercatat belum memiliki KIA.

“Program itu berbasis data. Kami melihat anak-anak yang belum punya KIA bersekolah di mana, lalu mendatangi sekolah tersebut,” terangnya.

Dia menambahkan, idealnya KIA diterbitkan bersamaan dengan akta kelahiran.

Baca Juga: Program MBG di Mata Petugas Dapur di Blitar: Pastikan Bahan Benar-benar Layak, Berharap Terus Berlanjut untuk Generasi Emas

Pelayanan tersebut kini tersedia di kantor dispendukcapil, MPP, dan sejumlah fasilitas kesehatan.

Namun, masih ada kendala kecil untuk mencapai 100 persen, terutama bagi anak yang berdomisili administrasi di Kota Blitar tetapi tinggal sementara di luar kota.

“Itu salah satu tantangan kami, karena alamatnya Blitar, tetapi aktivitas sehari-harinya ternyata di luar kota,” pungkasnya. (mg2/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah