Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemkab Blitar Dorong Sinergi Pemasok Lokal dan Program MBG Lewat Business Matching

M. Subchan Abdullah • Sabtu, 13 Desember 2025 | 04:41 WIB
KOLABORASI: peserta menyampaikan sejumlah uneg-unegnya kepada petugas dinkop dan jajaran OPD lainnya.
KOLABORASI: peserta menyampaikan sejumlah uneg-unegnya kepada petugas dinkop dan jajaran OPD lainnya.

BLITAR KAWENTAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus memperkuat ekosistem pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggandeng pelaku usaha lokal.

Salah satu yang dilakukan dengan menggelar kegiatan business matching sebagai ruang temu antara penyedia bahan baku lokal dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum lama ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Khusna Lindarti mengatakan, forum itu dibentuk untuk mempertemukan produsen dengan pihak SPPG agar kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih stabil.

“Kita pertemukan supplier dengan SPPG agar bisa membangun kerja sama dalam pemenuhan bahan baku MBG,” kata Khusna.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memudahkan pemenuhan kebutuhan program, tetapi juga menciptakan kepastian pasar bagi pelaku usaha lokal.

Produsen mendapatkan jaminan serapan produk, sementara SPPG memperoleh akses pada pasokan yang lebih terjamin dari sisi kualitas. 

Khusna berharap, hubungan kemitraan itu bisa berkembang secara berkelanjutan supaya sektor ekonomi lokal ikut tumbuh seiring berjalannya program MBG.

“SPPG punya kepastian barang, produsen punya kepastian pembeli. Dengan begitu ekonomi bisa bergerak,” tambahnya.

Kabupaten Blitar dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian dan hortikultura.

Namun, menurut Khusna, produksi lokal masih memerlukan pembinaan agar mampu memenuhi standar pasar, terutama terkait kualitas produk.

“Petani harus tahu apa yang dibutuhkan pasar dan bagaimana memproduksi buah yang berkualitas. Pemerintah wajib dampingi supaya bahan baku yang disediakan sehat dan bersih,” jelasnya.

Baca Juga: Gebyar Apresiasi Pajak Daerah-Undian PBB-P2 Kota Blitar, Wali Kota Mas Ibin: WP Adalah Pahlawan Pembangunan

Kegiatan business matching diikuti oleh 32 SPPG, koperasi, BUMDes, kelompok tani, dan pelaku usaha penyedia bahan pangan dengan jumlah peserta lebih dari 100 orang.

Pemkab menyiapkan katalog produk untuk mempermudah pencarian bahan baku, lengkap dengan daftar penyedia, jenis produk, hingga perkiraan harga.

“Kami juga siapkan fasilitas foto produk supaya mudah dikenali,” ujar Khusna.

Meski demikian, Khusna menegaskan bahwa harga produk tetap menyesuaikan kondisi pasar.

Selain meningkatkan gizi anak-anak, program MBG dinilai memberi manfaat ekonomi yang luas. Pelaksanaan program ini membuka lapangan kerja serta memperluas pasar bagi kelompok tani, peternak, dan pelaku UMKM di Kabupaten Blitar.

“Program ini bukan sekadar soal gizi, tapi menggerakkan ekonomi masyarakat. Pelaku usaha lokal sekarang punya akses langsung untuk memasarkan produknya,” tutup Khusna.(jar/sub)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#kolaborasi #Bisnis Matching #Mbg #Pemkab Blitar #kerjasama #pelaku usaha