Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

PAD 2025 Kabupaten Blitar Belum Capai Target 100 Persen, Pemkab Justru Naikkan Target di 2026

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:53 WIB
KURDIYANTO Kepala BKPAD Kabupaten Blitar
KURDIYANTO Kepala BKPAD Kabupaten Blitar

BLITAR KAWENTAR – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Blitar pada 2025 lalu mendekati target yang telah ditetapkan.

Hingga akhir tahun anggaran, capaian PAD tercatat 96,76 persen.

Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena ada retribusi yang belum terlaporkan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Blitar, Kurdiyanto menjelaskan, target PAD tahun 2025 dipatok Rp 571 miliar. Dari jumlah tersebut, realisasi yang berhasil dibukukan mencapai sekitar Rp 547 miliar.

“Realisasi PAD tahun 2025 mencapai 96,76 persen dari target. Capaian ini ditopang oleh beberapa sektor pendapatan daerah. Yakni, pajak dan retribusi daerah,” ujar Kurdiyanto, Sabtu (17/1/2026).

Dia merinci, kontribusi terbesar berasal dari sektor pajak daerah. Dari target Rp 247 miliar, realisasi pajak justru melampaui target hingga 106 persen atau sekitar Rp 262 miliar, sedangkan sektor retribusi daerah belum sepenuhnya mencapai target. Dari target Rp 291 miliar, realisasi baru mencapai sekitar Rp 247 miliar atau 84,81 persen.

Kendati demikian, Kurdiyanto menyebut angka tersebut masih berpotensi bertambah karena proses rekonsiliasi pendapatan masih berjalan.

Apalagi masih ada dari sektor rumah sakit daerah, puskesmas, dan dinas pendidikan yang belum terlaporkan hingga saat ini.

“Selain itu, pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercatat telah terealisasi 100 persen. Terdiri dari deviden Bank Jatim dan penyertaan modal pada PDAM dan  BPR Penataran dengan target Rp 2,4 miliar,” ungkapnya.

Kurdi melanjutkan, pos lain-lain PAD yang sah bahkan mampu melampaui target lebih dari 100 persen dengan target Rp 29 miliar dan terealisasi Rp 34 miliar.

Menurut Kurdiyanto, tingginya capaian pada pos lain-lain PAD yang sah disebabkan adanya pengembalian sisa anggaran pilkada serentak yang masuk dalam pencatatan PAD, bukan sebagai sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA).

Baca Juga: Rumor Persebaya Surabaya Terbaru Meledak: Bek Brasil, Gelandang Portugal, hingga Striker Samba Masuk Radar Bajul Ijo Putaran Kedua

Untuk tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Blitar menargetkan PAD sebesar Rp 574 miliar.

Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan diharapkan dapat tercapai melalui optimalisasi seluruh sektor pendapatan daerah.

Bahkan target dari sektor pajak naik menjadi Rp 256 miliar, yang sebelumnya Rp 247 miliar.

“Untuk retribusi, kami targetkan Rp 303 miliar, yang sebelumnya Rp 291 miliar. Sektor lain disesuaikan. Kami optimistis target PAD 2026 bisa tercapai dengan upaya peningkatan dan penguatan seluruh sumber pendapatan daerah,” pungkasnya.(jar/c1/ady)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#Silpa #pendapatan asli daerah #anggaran #pendapatan #realisasi #BPKAD Kabupaten Blitar #pad #target