BLITAR KAWENTAR - Identitas sebagai Diajeng Kota Blitar 2024 identik dengan pelestari tradisi dan budaya. Namun bagi Reza Rahma Amalia, menjaga tradisi tidak cukup sekadar mengenakan kain jarit dan bersanggul.
Mahasiswi yang kini menempuh studi di Telkom University Surabaya, ini memiliki pandangan bahwa masa depan budaya Blitar terletak pada kekuatan algoritma dan strategi bisnis digital.
Keputusan Reza untuk mengambil jurusan Bisnis Digital sempat dianggap sebagai langkah "banting stir".
Maklum, dunia kecantikan dan duta wisata biasanya lebih dekat dengan bidang komunikasi atau pariwisata murni.
Namun, gadis cerdas ini melihat korelasi yang sangat erat antara perannya sebagai Duta Wisata dengan kemampuan bisnis digital yang tengah didalaminya.
"Budaya dan potensi pariwisata itu tidak cukup hanya ditampilkan secara visual atau seremonial saja. Di era sekarang, potensi daerah perlu dikelola dan dipromosikan dengan cara yang relevan dengan perkembangan zaman. Saya memilih jalur ini untuk memahami bagaimana strategi pemasaran digital dapat memperkuat nilai budaya Kota Blitar," jelas perempuan 22 tahun ini.
Di kampus asalnya, Reza bergelut dengan kurikulum yang menantang, mulai dari koding, manajemen pemasaran, hingga analisis data.
Meski fokus terbesarnya pada manajemen, ia sadar betul bahwa kreativitas manusia harus berkolaborasi dengan kecerdasan teknologi.
Salah satu yang ia soroti adalah perkembangan Artificial Intelligence (AI). Baginya, AI bukan ancaman bagi pelaku seni atau budaya, melainkan alat bantu untuk menemukan referensi dan mempercepat proses berpikir kreatif.
Reza meyakini bahwa teknologi digital adalah jembatan yang paling efektif untuk memperkenalkan "nyawa" Kota Blitar ke pasar global.
"Bekal pemahaman budaya yang saya dapatkan di Paguyuban Kangmas Diajeng menjadi dasar saya dalam merancang ide kreatif berbasis teknologi. Antara budaya dan teknologi tidak boleh bertentangan, justru harus saling menguatkan agar jati diri kita tetap terjaga di tengah modernisasi," pungkas warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo ini.(sub/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah