BLITAR KAWENTAR - Rencana dan upaya investasi pengelolaan sampah di Kota Blitar menunjukkan progres positif.
Itu setelah muncul investor asal Inggris yang disebut tertarik menanamkan modal untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah modern di Kota Blitar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Blitar Tri Iman Prasetyono mengatakan, investor tersebut datang untuk menyampaikan rencana awal terkait kemungkinan kerja sama pengelolaan sampah dengan pemerintah daerah.
“Yang datang kemarin menyampaikan ada kemungkinan investasi berkaitan dengan pengelolaan sampah di kota,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Menurut Tri Iman, konsep yang ditawarkan adalah pengelolaan sampah secara tuntas dengan memanfaatkan teknologi dari Jerman.
Untuk mendukung proyek tersebut, dibutuhkan lahan sekitar 5 hektare sebagai lokasi fasilitas pengolahan.
“Rencananya pengelolaan sampah tuntas dengan luas tempat pengelolaan sekitar 5 hektare. Peralatan dan teknologinya menggunakan teknologi dari Jerman,” jelasnya.
Meski demikian, ungkap dia, rencana kerja sama tersebut masih dalam tahap awal penjajakan. Sejumlah aspek teknis, termasuk pola kerja sama serta pembagian kewenangan antara pemerintah daerah dan investor, masih akan dibahas lebih lanjut.
"Masih penjajakan awal, nanti seperti apa kerja sama dan teknis lainnya masih akan dibahas kembali," terangnya.
Tri Iman menambahkan, berbagai ketentuan teknis nantinya akan dituangkan dalam dokumen kerja sama apabila rencana investasi tersebut berlanjut.
“Proses kerja sama secara teknis masih belum dibahas secara detail. Hal-hal seperti mekanisme kerja sama dan kewajiban masing-masing pihak nantinya akan dibicarakan dalam proses penyusunan kesepakatan,” katanya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar saat ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak investor, termasuk kemungkinan kerja sama dengan daerah lain agar proyek pengelolaan sampah tersebut dapat direalisasikan.
"Kita tetap menunggu perkembangannya, termasuk juga kerja sama antardaerah juga bisa dilakukan," bebernya. (bud/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah