Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Potensi Investasi Kerja Sama Pengelolaan Sampah di Kota Blitar Masih Menemui Kendala

Noormalady Usman • Rabu, 18 Maret 2026 | 19:23 WIB
TPA Ngegong Kota Blitar yang sudah overload.
TPA Ngegong Kota Blitar yang sudah overload.

BLITAR KAWENTAR - Rencana pengembangan investasi pengolahan sampah skala besar di wilayah Blitar masih menghadapi kendala ketersediaan volume sampah.

 Pasalnya, jumlah sampah yang dihasilkan di kota dinilai belum memenuhi syarat minimal yang dibutuhkan investor.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar, Tri Iman mengatakan, investasi fasilitas pengolahan sampah modern membutuhkan pasokan sampah dalam jumlah besar agar operasionalnya layak secara ekonomi.

Baca Juga: Motor Listrik Indomobil Adora 2025 Resmi Muncul, Harga Rp24 Jutaan Punya Fitur YouTube dan Google Maps!

“Untuk investasi pengolahan sampah skala besar, biasanya investor meminta minimal sekitar 1.100 ton sampah per hari,” ujarnya, kemarin (16/3).

Sementara itu, produksi sampah di Kota Blitar saat ini masih jauh di bawah angka tersebut.

Setiap hari, volume sampah yang dihasilkan kota ini hanya berkisar 77 ton. 

“Kalau Kota Blitar sendiri produksinya sekitar 77 ton per hari, sehingga memang belum bisa memenuhi syarat minimal yang dibutuhkan untuk investasi itu,” jelasnya.

Baca Juga: Motor Listrik Indomobil Adora: Harga Rp24 Jutaan, Jarak Tempuh & Top Speed Asli Terungkap!

Di sisi lain, produksi sampah di Kabupaten Blitar juga masih terbatas. Dalam satu hari, volume sampah di wilayah tersebut diperkirakan berada pada kisaran 200 hingga 250 ton.

 Meski lebih besar dibandingkan Kota Blitar, jumlah tersebut tetap belum mampu memenuhi kebutuhan minimal investasi yang mencapai lebih dari 1.000 ton sampah setiap hari.

Karena itu, pemerintah daerah menilai perlu adanya kerja sama antardaerah untuk menggabungkan potensi sampah dari beberapa wilayah sekaligus.

“Kalau hanya mengandalkan satu daerah tentu tidak cukup. Maka salah satu solusinya adalah kerja sama antardaerah agar volume sampah bisa memenuhi kebutuhan investasi,” terangnya.

Baca Juga: Tes Jarak Tempuh Motor Listrik Indomobil Adora: Klaim 110 Km Terbukti? Hasilnya Bikin Kaget!

Menurut dia, kolaborasi antarwilayah tidak hanya penting untuk menarik investasi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat setiap tahun.

“Harapannya dengan pengolahan yang lebih modern dan terintegrasi, sampah tidak hanya ditimbun, tetapi juga bisa dimanfaatkan menjadi energi atau produk lain yang lebih bermanfaat,” pungkasnya.(bud/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#pengelolaan sampah #investasi asing #sampah #TPA #Kota Blitar