BLITAR KAWENTAR - Kebijakan work from home (WFH) mulai diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar sejak kemarin (10/4).
Sekitar 75 persen dari total 3.329 ASN dijadwalkan bekerja dari rumah mulai Jumat.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin menyebutkan, kebijakan ini (WFH, Red) bukan sekadar penyesuaian pola kerja, melainkan juga bagian dari upaya untuk efisiensi energi. “Ya, ini salah satu cara untuk efisiensi ya,” ujarnya.
Menurut dia, dengan banyaknya ASN yang bekerja dari rumah, diperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bisa ditekan cukup signifikan. “Per ASN kemungkinan bisa menghemat sekitar 1 sampai 2 liter BBM,” jelasnya, Sabtu (11/4/2026).
Selain penghematan energi, kebijakan ini juga diharapkan berdampak pada kondisi lalu lintas di tengah kota. Berkurangnya mobilitas harian ASN dinilai bisa membantu mengurangi kemacetan sekaligus menekan polusi udara di dalam kota.
“Selain hemat BBM, juga kota bakal semakin lengang dan mengurangi polusi juga,” tegasnya.
Tak hanya itu, beber Mas Ibin, sapaan akrab wali kota, WFH juga diyakini dapat mendorong efisiensi kerja selama pelaksanaannya tetap terkontrol dan dievaluasi secara berkala.
“Harapannya bisa meningkatkan efisiensi kerja sekaligus jadi contoh bagi instansi-instansi lain,” tambahnya.
Meski demikian, pemkot memastikan kebijakan ini tidak akan mengganggu pelayanan publik. Sejumlah instansi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap bekerja dari kantor seperti biasa.
Baca Juga: Nostalgia Bersama Kuliner Legendari Soto Babat Pak Jito di Jiwut Blitar
"Meski ada kebijakan WFH, pelayanan publik tetap berjalan normal. Instansi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap bekerja dari kantor seperti biasa,” pungkasnya.(bud/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah