Blitar - Mobil bekas murah seharga motor kini semakin dilirik masyarakat Indonesia, terutama di tengah harga mobil baru yang terus melambung. Bahkan, mobil LCGC terbaru sudah menyentuh angka di atas Rp150 juta, membuat banyak kalangan menengah ke bawah kesulitan menjangkaunya.
Di sisi lain, harga sepeda motor premium seperti Honda PCX dan Yamaha NMAX kini berada di kisaran Rp33 juta hingga Rp40 jutaan. Dengan selisih harga yang tidak terlalu jauh, mobil bekas murah seharga motor menjadi alternatif menarik karena menawarkan kenyamanan lebih, perlindungan dari cuaca, serta kapasitas penumpang yang lebih banyak.
Namun, memilih mobil bekas murah seharga motor tidak bisa sembarangan. Faktor usia kendaraan yang sudah tua membuat calon pembeli harus lebih teliti dalam mengecek kondisi mesin, kaki-kaki, hingga riwayat penggunaan. Berikut lima rekomendasi mobil bekas murah dengan pajak dan perawatan terjangkau yang masih layak dibeli di 2026.
Honda Civic Genio: Sporty dan Ikonik
Honda Civic Genio produksi 1992–1995 menjadi salah satu pilihan menarik, khususnya bagi anak muda yang menginginkan mobil dengan desain sporty dan klasik.
Mobil ini dikenal memiliki mesin responsif dan nyaman untuk perjalanan jauh. Harga pasaran berkisar Rp35 juta hingga Rp45 juta tergantung kondisi.
Namun, konsumsi BBM tergolong sedang, yakni sekitar 9–12 km/liter. Selain itu, banyak unit yang sudah mengalami modifikasi ekstrem, sehingga pembeli disarankan memilih unit standar dengan kondisi mesin sehat.
Toyota Starlet: Legendaris dan Irit
Toyota Starlet keluaran 1990–1997, baik model kotak maupun kapsul, dikenal sebagai mobil yang awet dan mudah dirawat.
Konsumsi bahan bakarnya cukup irit, mencapai 12–15 km/liter. Harga pasaran berada di kisaran Rp30 juta hingga Rp50 juta.
Kekurangannya terletak pada fitur yang minim serta usia kendaraan yang sudah tua. Oleh karena itu, kondisi mesin dan kaki-kaki harus menjadi prioritas utama saat membeli.
Suzuki Karimun Kotak: Mungil dan Praktis
Suzuki Karimun generasi awal (2000–2005) menjadi pilihan bagi yang mencari mobil kecil, irit, dan mudah diparkir.
Mobil ini memiliki konsumsi BBM sekitar 12–15 km/liter serta biaya perawatan yang relatif murah. Harga pasarannya berada di kisaran Rp35 juta hingga Rp45 juta.
Meski demikian, kabinnya cukup sempit dan suspensinya cenderung keras. Cocok digunakan untuk kebutuhan harian di dalam kota.
Daihatsu Espass: Fungsional untuk Usaha
Daihatsu Espass tahun 1999–2004 menawarkan kabin luas dengan pintu geser, sehingga cocok untuk kebutuhan usaha kecil atau keluarga besar.
Harga pasaran berkisar Rp35 juta hingga Rp50 jutaan. Mobil ini dikenal memiliki mesin yang kuat dan mampu membawa banyak barang.
Namun, konsumsi BBM relatif lebih boros dibanding city car kecil. Selain itu, handling terasa limbung karena desain bodi yang tinggi.
Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia: Solusi Keluarga
Bagi yang membutuhkan mobil tujuh penumpang, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia generasi awal (2004) menjadi pilihan paling rasional.
Mobil ini memiliki konsumsi BBM sekitar 11–13 km/liter serta spare part yang sangat mudah ditemukan. Harga unit bekas dengan kondisi tertentu bahkan bisa menyentuh Rp40 jutaan.
Kekurangannya, banyak unit bekas yang pernah digunakan sebagai kendaraan operasional atau rental. Oleh karena itu, penting untuk memastikan kondisi mesin, suspensi, serta riwayat kendaraan.
Jangan Tergiur Harga Murah Saja
Meski terlihat menggiurkan, membeli mobil bekas murah seharga motor tetap memiliki risiko. Usia kendaraan yang sudah lebih dari 15 hingga 20 tahun membuat potensi perbaikan cukup tinggi.
Calon pembeli disarankan untuk melakukan pengecekan menyeluruh sebelum membeli, termasuk membawa mekanik terpercaya. Jika tidak, biaya perawatan bisa membengkak dan bahkan melebihi harga mobil itu sendiri.
Dengan pertimbangan yang matang, mobil bekas murah tetap bisa menjadi solusi cerdas untuk memiliki kendaraan roda empat tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh