BLITAR - Tren mobil bekas di kelas hatchback kompak terus menunjukkan grafik yang stabil, terutama bagi masyarakat di wilayah Blitar yang mencari kendaraan harian yang efisien namun tetap bergaya. Salah satu unit yang sering menjadi bahan perbincangan adalah Datsun Go 2018. Meskipun merek ini sudah tidak lagi memproduksi unit baru di Indonesia, pesona desainnya yang modern dan performa mesinnya yang andal di bawah naungan Nissan masih memikat banyak peminat.
Bagi calon pembeli, memahami karakter unit Datsun Go 2018 secara objektif sangatlah krusial. Mobil ini menawarkan paket visual yang menyerupai mobil-mobil Eropa dengan garis bodi yang tajam dan dinamis. Namun, di balik tampilannya yang menawan, terdapat beberapa catatan teknis yang perlu dipertimbangkan masak-masak sebelum memutuskan untuk meminangnya sebagai penghuni garasi rumah Anda.
Setidaknya terdapat lima poin utama yang sering dirasakan sebagai kekurangan, sekaligus enam keunggulan yang membuat mobil ini tetap kompetitif di pasar mobil bekas. Redaksi Jawa Pos merangkum hasil testimoni pengguna lapangan untuk memberikan gambaran nyata bagi Anda yang sedang mengincar Datsun Go 2018 sebagai alat transportasi harian.
Kekurangan: Dari Isu Diskontinu Hingga Kualitas Material
Salah satu tantangan terbesar bagi pemilik Datsun Go 2018 adalah status mereknya yang sudah diskontinu di Indonesia. Meskipun Nissan Indonesia menjamin ketersediaan suku cadang, status ini sering kali memengaruhi nilai jual kembali (resale value) di masa depan. Selain itu, aspek material bodi menjadi sorotan. Pengguna sering merasakan kualitas pelat bodi yang cenderung tipis atau "kaleng-kaleng", serta kualitas cat yang dirasa kurang maksimal jika dibandingkan dengan standar kompetitor di kelasnya.
Baca Juga: Honda Brio RS 2026 Resmi Meluncur di IMS, Fitur 360 Derajat Jadi Sorotan, Harga Tembus Rp270 Juta!
Di sisi interior, kekokohan material plastik pada pintu dan dasbor terkadang memicu suara-suara bergetar saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi. Dari sisi ergonomi, posisi tuas persneling yang diletakkan di dasbor bagian bawah sering dianggap mengganggu ruang gerak kaki kiri pengemudi. Terakhir, bagi penumpang dengan tinggi badan di atas 170 cm, ruang kaki (legroom) di baris kedua terasa cukup sempit, sebuah kompensasi yang harus dibayar demi mendapatkan kapasitas bagasi yang lebih luas.
Kelebihan: Mesin Nissan March dan Stabilitas Jempolan
Meski memiliki beberapa catatan, Datsun Go 2018 menyimpan kejutan besar di bawah kap mesinnya. Mobil ini dipersenjatai mesin 1.200 cc tiga silinder dengan kode HR12DE, mesin yang identik dengan Nissan March. Hasilnya, tenaga yang dihasilkan sangat mumpuni untuk melahap rute luar kota dengan tanjakan ekstrem sekalipun. Tenaganya terasa lebih berisi jika dibandingkan dengan mobil segmen LCGC lainnya yang memiliki kapasitas mesin setara.
Keunggulan lain yang patut diacungi jempol adalah stabilitasnya. Berbeda dengan beberapa rivalnya yang cenderung limbung saat dipacu pada kecepatan menengah ke atas, suspensi dan handling Datsun Go tetap terasa mantap dan anteng. Dari segi keamanan, unit tahun 2018 ini sudah dilengkapi dengan sistem kunci immobilizer yang meminimalkan risiko pencurian.
Desain interiornya pun layak dipuji. Datsun berhasil memadukan tekstur plastik yang menyerupai pola karbon pada dasbor, memberikan kesan sporty dan mewah di dalam kabin. Selain itu, bagi Anda yang sering membawa banyak barang, bagasi mobil ini tergolong yang paling luas di kelasnya, mampu menampung berbagai perlengkapan aktivitas harian atau tas berukuran besar dengan mudah.
Bagi masyarakat Blitar yang menginginkan kendaraan dengan performa mesin Nissan yang teruji namun tetap memiliki budget yang rasional, Datsun Go 2018 tetap merupakan pilihan yang masuk akal. Selama Anda bisa memaklumi kekurangan pada sisi material bodi dan keterbatasan ruang kabin belakang, hatchback ini akan memberikan pengalaman berkendara yang bertenaga dan stabil.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar