Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Daihatsu Sigra Sering Dihujat, Benarkah Mobil LCGC Ini Buruk? Ini Fakta Kelebihan dan Kekurangan yang Jarang Dibahas

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Kamis, 23 April 2026 | 14:00 WIB
Daihatsu Sigra sering dihujat, tapi tetap laris. Simak kelebihan dan kekurangan Daihatsu Sigra di sini!(Pinterest)
Daihatsu Sigra sering dihujat, tapi tetap laris. Simak kelebihan dan kekurangan Daihatsu Sigra di sini!(Pinterest)
 
Blitar - Daihatsu Sigra kembali menjadi sorotan publik. Mobil LCGC ini kerap mendapat hujatan sejak awal kemunculannya, meski di sisi lain tetap laris di pasaran. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: benarkah Daihatsu Sigra seburuk yang sering dibicarakan?
 
Daihatsu Sigra merupakan mobil keluarga murah yang pertama kali diperkenalkan pada 2014 dan resmi meluncur pada 2015. Dengan konsep sebagai MPV tujuh penumpang berharga terjangkau, Daihatsu Sigra langsung menyasar kalangan menengah di Indonesia. Harga murah dan kapasitas besar menjadi daya tarik utama yang membuat mobil ini cepat populer.
 
Namun, popularitas Daihatsu Sigra tidak lepas dari kontroversi. Banyak pengguna dan pengamat otomotif menyoroti berbagai kekurangan yang kemudian berkembang menjadi citra negatif di masyarakat. Meski begitu, mobil ini tetap bertahan sebagai salah satu model terlaris di segmennya.
 
Kualitas Material Jadi Sorotan Utama
 
Salah satu kritik terbesar terhadap Daihatsu Sigra adalah kualitas materialnya. Sebagai mobil LCGC, Sigra memang mengusung konsep efisiensi biaya. Hal ini berdampak pada penggunaan material yang dinilai kurang solid, seperti bodi yang tipis dan insulasi kabin yang minim.
 
Pada generasi awal, suara dari luar kabin bahkan bisa terdengar jelas hingga ke dalam mobil. Kondisi ini membuat kenyamanan berkendara menjadi salah satu aspek yang sering dikeluhkan.
 
Interior Daihatsu Sigra juga dianggap sederhana. Material plastik keras mendominasi kabin, dengan desain yang dinilai kurang premium. Bahkan, suara pintu saat ditutup sering menjadi bahan kritik karena terdengar ringan.
 
Performa dan Kenyamanan Dinilai Cukup
 
Dari sisi performa, Daihatsu Sigra hanya menawarkan kemampuan yang tergolong cukup. Respons mesin, kopling, hingga sistem pengereman kerap dianggap kurang halus oleh sebagian pengguna.
 
Suspensi juga menjadi sorotan karena cenderung keras, terutama saat melewati jalan tidak rata. Hal ini semakin terasa pada generasi awal yang belum mendapatkan banyak pembaruan.
 
Meski demikian, performa tersebut dinilai masih wajar mengingat harga Daihatsu Sigra yang berada di segmen mobil murah.
 
Baca Juga: Indomobil E-Motor Sprinto: Skutik Sporty "Twin" Vario, Pilihan Budget Harian Terbaik 2026
 
Kontroversi Kapasitas Tujuh Penumpang
 
Salah satu isu yang cukup besar adalah klaim Daihatsu Sigra sebagai mobil tujuh penumpang. Pada kenyataannya, baris ketiga dinilai kurang nyaman untuk orang dewasa.
 
Bahkan, ketika diisi penuh, performa mobil cenderung menurun dan suspensi belakang terasa lebih berat. Hal ini sempat memicu kritik dari konsumen.
 
Pada 2019, Daihatsu akhirnya memberikan klarifikasi bahwa kursi baris ketiga lebih diperuntukkan bagi anak-anak. Pernyataan ini memunculkan persepsi negatif karena dianggap terlambat disampaikan ke publik.
 
Faktor Pengguna Ikut Mempengaruhi Citra
 
Selain faktor teknis, citra Daihatsu Sigra juga dipengaruhi oleh perilaku penggunanya. Mobil ini banyak digunakan sebagai kendaraan operasional, termasuk taksi online.
 
Sayangnya, perilaku berkendara sebagian pengguna yang kurang tertib turut membentuk stigma negatif terhadap mobil ini. Meski demikian, hal tersebut sejatinya tidak berkaitan langsung dengan kualitas kendaraan.
 
Pembaruan di Generasi Terbaru
 
Seiring waktu, Daihatsu Sigra terus mengalami peningkatan. Pada model terbaru, sejumlah fitur mulai ditambahkan, seperti dual airbag, ABS, EBD, hingga sensor parkir.
 
Teknologi seperti drive by wire juga mulai diterapkan pada varian tertentu, membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien. Namun, peningkatan ini umumnya hanya tersedia pada tipe menengah ke atas.
 
Tetap Laris Meski Banyak Kritik
 
Menariknya, meski sering dihujat, Daihatsu Sigra tetap menjadi salah satu mobil terlaris di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap mobil murah masih sangat tinggi.
 
Fenomena serupa juga terlihat pada mobil LCGC lain seperti Honda Brio yang bahkan menjadi mobil terlaris secara nasional.
 
Kesimpulan: Layak atau Tidak Tergantung Perspektif
 
Pada akhirnya, penilaian terhadap Daihatsu Sigra sangat bergantung pada perspektif masing-masing. Bagi sebagian orang, mobil ini dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar transportasi.
 
Namun bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan kualitas premium, Daihatsu Sigra mungkin belum memenuhi ekspektasi. Yang jelas, mobil ini tetap menjadi solusi realistis bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan terjangkau.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#Daihatsu Sigra #Rekomendasi Mobil #mobil keluarga