BLITAR - Memiliki mobil pribadi yang tidak menyiksa kantong saat mengisi bensin kini menjadi prioritas utama bagi warga Blitar, terutama bagi para pekerja harian dan keluarga muda. Di tengah fluktuasi harga BBM, mencari mobil bekas paling irit di bawah 100 juta bukan lagi sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga stabilitas finansial rumah tangga.
Berdasarkan tren pasar mobil bekas tahun 2026, kategori Low Cost Green Car (LCGC) masih mendominasi daftar pencarian. Menariknya, ada sebuah "anekdot" di kalangan pengguna otomotif bahwa beberapa unit tertentu bahkan bisa menempuh perjalanan jauh hanya dengan modal bensin puluhan ribu rupiah. Fenomena ini tentu menjadi daya tarik luar biasa bagi konsumen yang ingin beralih dari roda dua ke roda empat tanpa takut boncos di biaya operasional.
Pilihan pertama yang menjadi primadona adalah duet maut Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Untuk unit keluaran tahun 2016, harga pasarannya saat ini sudah sangat terjangkau, bahkan ada yang dibanderol di bawah Rp90 juta. Keunggulan utama Calya-Sigra adalah kapasitasnya yang muat tujuh penumpang namun tetap sangat efisien. Dengan pengisian BBM sekitar Rp100 ribu, unit ini diklaim mampu menempuh rute jarak jauh seperti Jakarta ke Bandung. Bagi Anda yang mencari mobil bekas paling irit di bawah 100 juta dengan kapasitas maksimal, duet ini adalah jawabannya.
Persaingan Sengit Agya, Ayla, dan Brio
Selanjutnya, persaingan ketat terjadi antara Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Honda Brio. Ketiga model ini sering dianggap sebagai "tiga serangkai" mobil kota paling efisien. Untuk Toyota Agya keluaran tahun 2013, harganya kini sangat bersahabat, bahkan ada yang menyentuh angka di bawah Rp70 juta. Sementara itu, saudaranya Daihatsu Ayla juga menawarkan harga yang kompetitif bagi mereka yang ingin tahun produksi lebih muda namun tetap dengan budget terbatas.
Honda Brio memiliki posisi sedikit berbeda. Meskipun masuk dalam daftar mobil bekas paling irit di bawah 100 juta, harga Brio cenderung lebih stabil dan tinggi, biasanya bertahan di angka Rp90 jutaan hingga Rp100 juta untuk keluaran awal. Hal ini dikarenakan unit Brio tahun 2012-2013 merupakan unit CBU (Completely Built Up) yang dikenal memiliki kualitas material dan kenyamanan lebih baik. Bahkan, dalam sebuah pengujian ekstrem, penggunaan bensin seharga Rp75 ribu (sekitar 7,5 liter) pada mobil-mobil ini hampir mampu mencapai jarak tempuh luar kota yang signifikan.
Kunci Keiritan: Perilaku Berkendara dan Perawatan Dasar
Namun, perlu diingat bahwa keiritan sebuah mobil tidak hanya bergantung pada spesifikasi mesin. Faktor cara berkendara sangat menentukan seberapa sering Anda harus mampir ke SPBU. Menjaga putaran mesin (RPM) tetap stabil dan tidak menginjak pedal gas terlalu dalam adalah kunci utama. Selain itu, ada tips sederhana namun krusial: pastikan tutup bensin selalu tertutup rapat. Kelalaian kecil ini bisa menyebabkan bensin menguap, terutama di cuaca panas, yang secara tidak langsung membuat konsumsi BBM terasa lebih boros.
Memilih mobil bekas memang memerlukan ketelitian. Sebelum membawa pulang unit impian, pastikan Anda mengecek kondisi mesin dan riwayat perawatannya. Dengan anggaran di bawah Rp100 juta, Anda sudah bisa memiliki kendaraan stylish yang tidak hanya melindungi dari hujan dan panas, tetapi juga menjaga dompet tetap tebal sepanjang bulan.
Editor : Saifullah Muhammad Jafar