BLITAR KAWENTAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) sukses menuntaskan ajang Lomba Inovasi Teknologi (LINOTEK) 2026.
Kompetisi ini menjadi upaya strategis pemerintah dalam menjaring ide kreatif orisinal untuk mendukung percepatan pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di era transformasi digital.
Kepala Bapperida Kota Blitar, Widodo Saptono Johannes, menegaskan bahwa pembangunan daerah tahun 2026 menuntut kemandirian dan daya saing yang kuat.
Menurutnya, inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan efektivitas pelayanan masyarakat di tengah tantangan perkotaan yang semakin kompleks.
“LINOTEK hadir sebagai wadah apresiasi bagi individu maupun kelompok yang berdedikasi menciptakan kebaruan. Kami ingin memicu masyarakat, pelajar, hingga mahasiswa untuk berpikir kritis mencari solusi atas permasalahan di sekitarnya melalui pendekatan teknologi,” ujar Widodo, kemarin (6/5).
Widodo menambahkan, target utama dari kegiatan ini adalah hilirisasi. Pemkot Blitar ingin memastikan hasil inovasi peserta tidak hanya berhenti menjadi dokumen atau ide di atas kertas, tetapi benar-benar bisa diimplementasikan untuk meningkatkan produktivitas sektor UMKM, pertanian, hingga mendukung digitalisasi birokrasi yang lebih efisien.
Baca Juga: Selis MX Jadi Motor Listrik Legalitas Lengkap, Punya Jarak Tempuh 40 Km dan Kecepatan 50 Km/Jam
Proses seleksi tahun ini berlangsung cukup ketat. Dimulai dari pengumpulan proposal pada Februari hingga April, tercatat ada 43 inovasi yang lolos seleksi administrasi.
Setelah melalui penilaian substansi yang mendalam, terpilih TOP 30 inovasi yang kemudian mengerucut menjadi 20 finalis untuk maju ke tahap presentasi di hadapan dewan juri pada 4 Mei lalu.
Menariknya, kategori yang dilombakan mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari Agribisnis yang fokus pada ketahanan pangan, hingga Inovasi Sosial Budaya. Ada pula Kategori Khusus Milenial yang diperuntukkan bagi generasi muda usia 17-30 tahun guna mendorong lahirnya lapangan kerja baru berbasis digital maupun non-digital.
Berdasarkan hasil penilaian juri dari unsur akademisi, praktisi, dan birokrat, akhirnya ditetapkan 12 pemenang terbaik.
Para juara dari setiap kategori berhak mendapatkan trofi, sertifikat, serta uang pembinaan sebagai stimulan untuk terus mengembangkan karya inovatif mereka di masa depan.
“Para pemenang akan kami bina lebih lanjut menjadi agen perubahan. Mereka dipersiapkan menjadi Duta Kota Blitar untuk bersaing di Inotek tingkat Provinsi Jawa Timur maupun tingkat nasional. Kami optimistis inovasi mereka mampu meningkatkan daya saing daerah kita,” pungkasnya.(mg1/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah