Blitar Kawentar – Nama Nissan Serena C24 kembali ramai dibicarakan pecinta mobil bekas keluarga. MPV boxy asal Jepang ini dinilai menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang menginginkan kenyamanan ala Alphard, tetapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Mobil yang masuk Indonesia pada 2004 tersebut dikenal sebagai MPV seven seater dengan kabin lega, pintu geser, dan fitur keluarga yang cukup lengkap pada masanya. Bahkan hingga kini, Serena C24 masih dianggap nyaman untuk perjalanan jauh maupun penggunaan harian di perkotaan.
Dalam ulasan kanal otomotif Motomobi, Nissan Serena C24 disebut sebagai salah satu MPV keluarga paling proper di era 2000-an. Mobil ini hadir sebagai opsi bagi konsumen yang ingin sensasi kenyamanan ala Toyota Alphard namun dengan budget lebih realistis.
Desain Boxy dengan Kabin Super Lega
Secara tampilan, Serena C24 mengusung desain boxy khas MPV Jepang era awal 2000-an. Bentuknya memang sederhana, tetapi justru menjadi daya tarik tersendiri karena mampu menghadirkan ruang kabin yang sangat lapang.
Dimensi panjang sekitar 4,7 meter dengan tinggi hampir 1,8 meter membuat mobil ini terasa lega di seluruh baris kursi. Bahkan penumpang baris ketiga masih mendapatkan ruang kaki yang cukup nyaman untuk perjalanan jauh.
Varian yang masuk Indonesia terdiri dari tipe CT sebagai varian dasar dan HWS atau Highway Star sebagai tipe lebih mewah. Pada facelift 2010, Nissan juga menghadirkan versi Autech dengan tampilan lebih premium dan tambahan aksen chrome.
Pintu geser menjadi salah satu keunggulan utama Serena C24. Untuk tipe Highway Star dan Autech, pintu geser elektrik sudah tersedia sehingga menambah kenyamanan keluarga saat keluar masuk kendaraan.
Fitur Keluarga yang Lengkap di Zamannya
Walau usianya sudah lebih dari satu dekade, fitur Nissan Serena C24 masih cukup menarik. Mobil ini sudah dibekali captain seat, arm rest individual, double blower AC, hingga banyak kompartemen penyimpanan.
Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas kabin. Kursi baris kedua dapat diputar untuk mode tatap muka, sedangkan kursi belakang bisa dilipat ke samping untuk memperluas bagasi.
“Ini benar-benar dibuat untuk keluarga. Mau jalan jauh, istirahat di dalam mobil, atau membawa banyak barang semuanya nyaman,” demikian ulasan dalam video Motomobi.
Beberapa tipe juga dilengkapi TV plafon, meja lipat, kamera parkir, hingga electric sliding door yang pada masa itu hanya tersedia di MPV premium.
Bagasi belakang juga tergolong luas karena desain bodi yang mengotak. Bahkan setelah kursi baris ketiga digunakan, ruang penyimpanan masih cukup untuk koper ukuran sedang.
Mesin 2.000 cc Nyaman tapi Tidak Irit
Di balik kap mesin, Serena C24 menggunakan mesin QR20DE 2.000 cc 4 silinder dengan tenaga sekitar 147 hp dan torsi 198 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis konvensional dan penggerak roda depan.
Karakter berkendaranya lebih mengutamakan kenyamanan dibanding performa agresif. Suspensinya empuk dan posisi duduk tinggi membuat visibilitas pengemudi terasa luas.
Namun konsumsi bahan bakarnya memang bukan yang paling irit. Dengan bodi besar dan bobot cukup berat, konsumsi BBM rata-rata disebut berada di kisaran 1:7 hingga 1:8 untuk pemakaian dalam kota.
Selain itu, radius putar mobil juga cukup besar sehingga membutuhkan adaptasi saat bermanuver di area sempit.
Meski begitu, banyak pengguna tetap menyukai Serena karena kabinnya jauh lebih nyaman dibanding MPV ladder frame seperti Toyota Kijang Innova generasi lama.
Harga Bekas Masih Stabil
Salah satu alasan Nissan Serena C24 kembali diminati adalah harga bekasnya yang relatif stabil. Di pasar mobil bekas, Serena C24 kini bisa ditemukan mulai Rp70 jutaan hingga Rp120 jutaan tergantung kondisi dan tipe.
Harga tersebut tentu jauh lebih murah dibanding Toyota Alphard ataupun Toyota Voxy bekas yang masih berada di kisaran ratusan juta rupiah.
Bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan kabin, akses pintu geser, dan ruang lega tanpa harus membeli MPV premium mahal, Serena C24 masih menjadi opsi menarik hingga sekarang.
Meski bukan mobil sempurna, MPV lawas Nissan ini tetap punya daya tarik tersendiri, terutama bagi pecinta mobil keluarga yang mengutamakan kenyamanan dibanding gengsi.
Editor : M. Helmi Nurhisam