Blitar Kawentar – Suzuki Karimun bekas kembali menjadi incaran masyarakat yang mencari mobil murah, irit, dan mudah digunakan harian. Di tengah harga mobil baru yang semakin tinggi, city car keluaran Suzuki ini justru ramai diburu karena harga second-nya kini mulai Rp70 jutaan.
Dalam sebuah ulasan showroom mobil bekas di Bogor, stok Suzuki Karimun bahkan tersedia dalam jumlah banyak hingga disebut seperti “ternak Karimun”. Mulai unit tahun 2015 hingga 2020 tersedia dengan pilihan warna dan kondisi yang berbeda-beda.
Keyword Suzuki Karimun bekas kini kembali ramai dicari karena cicilan ringan dan biaya operasional yang tergolong murah. Selain itu, Karimun juga dikenal memiliki kabin cukup lega untuk ukuran city car.
Penjual mengklaim seluruh unit yang dijual sudah lolos inspeksi sehingga aman dari bekas banjir maupun tabrakan berat.
Karimun 2015 Dijual Rp73 Jutaan
Salah satu unit yang ditawarkan adalah Suzuki Karimun GL manual tahun 2015. Mobil ini memiliki kilometer sekitar 70 ribuan dengan pajak aktif hingga Desember 2025.
Kondisi mobil disebut masih cukup bagus untuk penggunaan harian. Mesin dan AC diklaim normal, sementara bodi juga masih terlihat rapi.
Untuk harga, unit tersebut dibuka di kisaran Rp73 jutaan dan masih bisa dinegosiasikan. Bahkan, pembeli bisa membawa pulang mobil dengan DP sekitar Rp12 juta dan cicilan Rp2 jutaan per bulan.
“Pokoknya tinggal pilih saja, unit Karimun di sini banyak,” ujar penjual dalam video review tersebut.
Karimun 2018 Kilometer Rendah Jadi Primadona
Selain model 2015, tersedia pula Suzuki Karimun GL manual tahun 2018 warna silver dengan kilometer sangat rendah, yakni sekitar 25 ribu kilometer.
Unit tersebut disebut menjadi salah satu yang paling menarik perhatian karena kondisi masih segar dan pajak hidup hingga 2026. Harga yang ditawarkan berada di angka Rp85 jutaan.
Pilihan warna lain juga tersedia, mulai hitam, putih, hingga marun. Untuk warna hitam tahun 2017, kilometer mobil berada di kisaran 105 ribu kilometer dengan kondisi yang masih cukup layak.
Penjual menyebut warna hitam dan putih menjadi favorit konsumen karena dianggap lebih mudah dijual kembali di pasar mobil bekas.
Baca Juga: 6 Kekurangan Toyota Kijang Krista 2002 Terungkap, Boros BBM hingga Kopling Berat Jadi Sorotan
Karimun 2020 Sudah Tampil Lebih Modern
Bagi konsumen yang menginginkan unit lebih muda, tersedia Suzuki Karimun GL manual tahun 2020 warna putih dengan desain grille lebih modern.
Mobil tersebut memiliki kilometer sekitar 50 ribuan dan dibanderol di kisaran Rp95 jutaan. Dengan DP sekitar Rp12 juta, cicilan mobil berada di angka Rp2,7 jutaan selama lima tahun.
Harga itu dinilai cukup menarik karena lebih murah dibanding beberapa mobil LCGC baru yang cicilannya jauh lebih tinggi.
Ada Pilihan Mobil Bekas Lain
Tak hanya Karimun, showroom tersebut juga menawarkan beberapa mobil bekas lain seperti Daihatsu Sigra, Toyota Agya, dan Nissan Grand Livina.
Daihatsu Sigra tipe R manual tahun 2019 dijual sekitar Rp104 jutaan dengan kilometer di bawah 100 ribu. Mobil ini cocok bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan keluarga 7 penumpang.
Sementara Toyota Agya manual tahun 2015 ditawarkan di kisaran Rp86 jutaan. Kondisinya disebut siap pakai dengan interior dan mesin yang masih baik.
Ada pula Nissan Grand Livina XV automatic tahun 2012 yang dijual sekitar Rp97 jutaan. Mobil MPV bermesin 1.500 cc tersebut menawarkan kabin lebih luas dengan cicilan di bawah Rp3 juta per bulan.
City Car Bekas Masih Banyak Peminat
Suzuki Karimun tetap menjadi salah satu city car favorit di Indonesia karena terkenal irit BBM dan biaya servis yang relatif murah. Dimensinya yang kecil juga memudahkan pengguna saat berkendara di jalan perkotaan yang padat.
Tak heran jika pasar mobil bekas murah seperti Karimun masih cukup ramai hingga sekarang. Apalagi banyak konsumen mulai beralih ke mobil second berkualitas dibanding membeli kendaraan baru dengan harga yang terus meningkat.
Dengan harga mulai Rp70 jutaan dan cicilan ringan, Suzuki Karimun bekas masih menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin naik kelas dari motor ke mobil.
Editor : M. Helmi Nurhisam