Blitar Kawentar – Nissan Grand Livina bekas kembali jadi perbincangan pecinta mobil second. Di tengah dominasi Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia di pasar mobil keluarga bekas, banyak pengguna justru mulai melirik Grand Livina karena dikenal nyaman, irit BBM, dan punya sensasi berkendara mirip sedan.
Namun di balik kenyamanannya, mobil produksi Nissan tersebut juga memiliki sejumlah kelemahan yang sering dikeluhkan pemiliknya. Salah satu yang paling sering dibahas adalah karakter mesin yang terasa ngempos atau “ngedrop” saat putaran bawah.
Dalam sebuah obrolan kanal otomotif YouTube, beberapa mekanik dan pengguna mobil membahas secara terbuka soal plus minus Nissan Grand Livina bekas. Mereka menilai mobil ini sebenarnya sangat layak dibeli, terutama bagi konsumen yang lebih mengutamakan kenyamanan dibanding gengsi merek populer.
Baca Juga: Honda Jazz VTEC 2005-2006 Masih Diburu, Harga Bekas Mulai Rp79 Juta, Manual Lebih Fun to Drive
Karakter Mesin Grand Livina Sering Dianggap Lemot
Salah satu pembahasan utama adalah karakter mesin Grand Livina yang dianggap kurang responsif di putaran rendah. Menurut narasumber, kondisi itu sering muncul ketika timing injakan gas dan perpindahan gigi tidak pas.
“Kalau pas timing kita ngegas sama posisi gigi enggak pas, dia tuh ngedrop. Mau manual maupun matic,” ujar salah satu pembicara.
Meski begitu, mereka menegaskan kondisi tersebut bukan sepenuhnya kerusakan, melainkan karakter bawaan mobil. Pengguna hanya perlu memahami teknik membawa mobil agar akselerasi tetap nyaman.
Bahkan, beberapa pengguna yang sudah lama memakai Livina mengaku tetap puas karena karakter tersebut bisa diatasi setelah terbiasa menggunakan mobil.
Penyakit Mesin Ngelitik Jadi Keluhan Umum
Selain ngempos di putaran bawah, Nissan Grand Livina juga dikenal memiliki masalah mesin ngelitik. Keluhan ini disebut cukup umum, terutama pada unit yang jarang dirawat atau menggunakan BBM berkualitas rendah.
Untuk mengurangi gejala ngelitik, mekanik menyarankan pemilik melakukan perawatan rutin seperti membersihkan throttle body, EGR, intake manifold, hingga memastikan penggunaan oli mesin berkualitas.
Penggunaan BBM minimal RON 92 juga dianggap penting untuk menjaga performa mesin tetap optimal.
“Kalau mau minim ngelitik, throttle body dibersihin, EGR dibersihin, intake dicuci sampai bersih, dan pakai bensin RON 92,” jelasnya.
Selain itu, koil pengapian juga disebut menjadi salah satu komponen yang cukup sering bermasalah pada Grand Livina generasi lama.
Baca Juga: Honda Accord VTiL 2015 Dijual Rp199 Juta, Sedan Mewah Plat H Ini Bikin Camry dan HRV Ketar-ketir
Grand Livina Disebut Lebih Nyaman dari Avanza
Meski punya beberapa kekurangan, banyak pengguna tetap merekomendasikan Nissan Grand Livina bekas karena kenyamanannya dianggap jauh di atas Avanza maupun Xenia.
Suspensi empuk, kabin kedap, dan posisi duduk nyaman membuat mobil ini sering dijuluki “minibus rasa sedan”.
Salah satu narasumber bahkan mengaku perjalanan jauh menggunakan Grand Livina terasa jauh lebih nyaman dibanding mobil LMPV lain.
“Dari Bogor ke Banjar enak banget. Nyaman. Badan enggak sakit,” katanya.
Kelebihan lainnya adalah konsumsi BBM yang tergolong irit untuk ukuran mobil 1.500 cc. Dalam perjalanan luar kota, Grand Livina disebut mampu mencatat konsumsi bahan bakar lebih hemat dibanding rivalnya.
Harga Bekas Murah Jadi Daya Tarik
Di pasar mobil bekas, harga Nissan Grand Livina kini juga relatif terjangkau. Hal itu membuat banyak konsumen mulai melirik mobil ini sebagai alternatif Avanza dan Xenia.
Sayangnya, stigma soal sparepart mahal dan isu transmisi membuat sebagian orang masih ragu meminang Grand Livina.
Padahal menurut para mekanik, biaya perawatan sebenarnya masih masuk akal jika menggunakan suku cadang berkualitas. Mereka juga menilai banyak orang terlalu fokus pada kekurangan kecil dan melupakan banyak kelebihan mobil tersebut.
“Seribu kebaikannya kalah sama 10 keburukannya,” ujar salah satu pembicara.
Mobil “Terlupakan” yang Masih Layak Diburu
Dalam diskusi tersebut, Nissan Grand Livina bahkan disebut sebagai salah satu “mobil terlupakan” yang kualitasnya sebenarnya masih sangat baik.
Selain Livina, mereka juga menyinggung beberapa model Nissan dan Suzuki lain yang kini jarang dilirik pasar, tetapi tetap nyaman digunakan harian.
Dengan harga bekas yang semakin murah, Grand Livina dinilai cocok bagi konsumen yang ingin mobil keluarga nyaman, irit, dan tidak terlalu pasaran di jalan.
Bagi pemburu mobil second dengan budget terbatas, Nissan Grand Livina bekas masih menjadi salah satu pilihan menarik di tahun 2026.
Editor : M. Helmi Nurhisam