Blitar Kawentar – Nissan Grand Livina bekas kembali jadi perbincangan pecinta mobil second. Dalam sebuah obrolan otomotif di YouTube, mobil keluarga asal Jepang ini disebut punya kenyamanan di atas rata-rata dibanding rival sekelasnya seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Namun di balik kenyamanan tersebut, ada beberapa kekurangan Nissan Grand Livina yang dianggap menjadi “penyakit bawaan”.
Topik soal kelebihan dan kekurangan Nissan Grand Livina ini ramai dibahas oleh praktisi bengkel dan pecinta mobil bekas. Mereka mengungkap sejumlah masalah khas Grand Livina mulai dari gejala ngelitik, tenaga ngempos di putaran bawah, hingga masalah koil bocor.
Meski begitu, Grand Livina tetap dianggap sebagai salah satu mobil bekas paling worth it di kelas low MPV. Bahkan beberapa orang menyebut mobil ini sebagai “minibus rasa sedan” karena handling dan kenyamanannya yang jauh lebih baik dibanding kompetitor.
Penyakit Nissan Grand Livina yang Sering Dikeluhkan
Salah satu keluhan paling sering muncul adalah gejala ngempos saat pedal gas diinjak di putaran rendah. Baik versi manual maupun matik disebut memiliki karakter serupa.
“Kalau timing ngegas sama posisi gigi enggak pas, mobil jadi ngedrop dan enggak jalan,” ungkap salah satu narasumber dalam video tersebut.
Namun menurut mekanik yang ikut berdiskusi, kondisi itu bukan sepenuhnya kerusakan, melainkan karakter bawaan Grand Livina. Pengemudi hanya perlu memahami teknik berkendara yang tepat agar performanya tetap optimal.
Selain itu, masalah ngelitik pada mesin juga menjadi keluhan utama pengguna Nissan Grand Livina. Suara ngelitik biasanya muncul ketika mesin panas atau perawatan kurang maksimal.
Untuk meminimalisir masalah tersebut, pengguna disarankan rutin melakukan tune up. Beberapa bagian penting yang wajib dibersihkan antara lain throttle body, EGR, intake manifold, hingga busi.
Penggunaan BBM dengan oktan minimal RON 92 juga dianggap sangat membantu mengurangi gejala knocking atau ngelitik. Selain itu, pemilik diingatkan untuk tidak menggunakan oli palsu karena dapat memperparah suhu mesin.
“Semakin panas mesin, makin parah ngelitiknya,” jelasnya.
Masalah lain yang cukup sering ditemui adalah koil bocor. Namun kerusakan ini disebut masih mudah diatasi selama pengecekan dilakukan lebih awal. Jika hanya bagian selongsong yang rusak, pemilik cukup mengganti bagian tersebut tanpa harus membeli satu set koil baru.
Kelebihan Grand Livina Bekas Masih Jadi Daya Tarik
Di balik berbagai kekurangan tadi, Nissan Grand Livina tetap punya banyak kelebihan yang membuatnya masih diburu di pasar mobil bekas.
Faktor kenyamanan menjadi nilai jual utama. Suspensi Grand Livina disebut jauh lebih empuk dibanding Avanza atau Xenia. Bahkan salah satu narasumber mengaku pernah melakukan perjalanan jauh dari Bogor ke Banjar dengan nyaman tanpa pegal.
Mobil ini juga dikenal memiliki kabin kedap suara dan AC dingin hingga baris belakang meski tanpa double blower.
“Nyamannya benar-benar beda. Makanya banyak yang bilang ini minibus rasa sedan,” ujarnya.
Selain nyaman, konsumsi BBM Grand Livina juga dianggap cukup irit untuk ukuran MPV 1.500 cc. Dalam perjalanan Semarang-Bogor, pengguna Grand Livina matik mengaku hanya menghabiskan bensin sekitar Rp260 ribuan. Angka itu lebih hemat dibanding Toyota Xenia manual yang berjalan beriringan dengannya.
Tak hanya itu, desain Grand Livina juga dianggap lebih elegan dan tidak terlalu identik dengan mobil rental seperti Avanza dan Xenia.
Mobil Terlupakan yang Masih Layak Dibeli
Dalam obrolan tersebut, Grand Livina masuk dalam kategori “mobil terlupakan” yang sebenarnya punya kualitas bagus tetapi kurang diminati pasar.
Selain Grand Livina, beberapa mobil lain yang disebut punya nasib serupa adalah Nissan Juke, Suzuki Aerio, hingga Suzuki SX4 crossover. Mobil-mobil tersebut dianggap nyaman dipakai namun kalah populer karena stigma pasar dan minim promosi.
Meski Nissan sudah tidak lagi agresif di Indonesia, beberapa pecinta otomotif tetap menganggap produk-produknya punya kualitas tinggi, terutama dari sisi kenyamanan dan handling.
Karena itu, Grand Livina bekas dinilai masih sangat layak dipertimbangkan, terutama bagi pembeli mobil keluarga dengan budget terbatas tetapi ingin kenyamanan lebih baik dibanding low MPV kebanyakan.
Dengan catatan, calon pembeli wajib memahami karakter mobil, rutin melakukan perawatan, serta memilih unit dengan riwayat servis yang jelas agar terhindar dari penyakit khas Nissan Grand Livina.
Editor : M. Helmi Nurhisam