Blitar Kawentar – Mobil hatchback bekas masih menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin tampil stylish tanpa harus membeli mobil baru. Salah satu unit yang kini ramai diburu adalah Mazda 2 bekas tahun 2011 transmisi otomatis yang ditawarkan di kisaran harga Rp100 jutaan.
Mazda 2 bekas ini dinilai cocok bagi konsumen yang ingin naik kelas dari mobil LCGC. Selain desainnya yang lebih sporty, fitur yang ditawarkan juga tergolong lengkap untuk mobil keluaran 2011.
Sebuah showroom mobil bekas di Semarang baru saja memamerkan unit Mazda 2 tipe R automatic tahun 2011 warna putih dengan kondisi yang disebut masih sangat bagus. Mobil ini ditawarkan dengan harga Rp102 juta dan masih bisa dinegosiasikan baik secara cash maupun kredit.
Pada bagian eksterior, Mazda 2 tersebut tampil cukup menarik dengan warna putih yang masih mengilap. Lampu depan masih menggunakan halogen namun kondisinya disebut masih normal dan belum mengalami penguningan parah seperti kebanyakan mobil bekas seusianya.
Selain itu, mobil ini juga sudah dilengkapi fog lamp serta ornamen black piano pada grille depan yang membuat tampilannya lebih modern. Pihak showroom mengaku unit tersebut belum disalon sehingga pembeli nantinya akan menerima mobil dalam kondisi yang sudah dipoles ulang.
Baca Juga: Penginapan Berkonsep Japanese Nyaman di Tengah Kota Blitar Ini Bisa Dicoba
Kondisi Body dan Ban Masih Layak
Secara keseluruhan, kondisi bodi Mazda 2 bekas ini masih tergolong rapi. Lekukan bodi disebut masih tegas dan tidak terlihat bekas tabrakan besar. Sealer bodi juga masih terlihat rapi di beberapa bagian pintu dan bagasi.
Mazda 2 ini menggunakan mesin 1.500 cc dengan transmisi otomatis. Pajaknya juga diklaim masih panjang hingga Juni 2026 sehingga pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan dalam waktu dekat.
Untuk bagian kaki-kaki, ban depan dan belakang masih cukup tebal dan layak pakai. Meski begitu, salah satu ban belakang diketahui merupakan produksi tahun 2020 sehingga disarankan segera diganti demi keamanan dan kenyamanan berkendara.
Interior Masih Bersih dan Fitur Lengkap
Masuk ke bagian interior, kondisi kabin Mazda 2 ini terlihat cukup bersih dan terawat. Setir sudah dilengkapi audio steering switch serta airbag untuk pengemudi.
Head unit bawaan juga sudah diganti menggunakan layar sentuh monitor touchscreen sehingga tampil lebih modern dibanding versi standar pabrik.
Fitur lain seperti power window, electric mirror, retractable mirror hingga pengaturan AC manual juga masih berfungsi normal. Bahkan kaca spion elektrik masih bisa melipat otomatis tanpa kendala.
Kilometer mobil tercatat berada di angka sekitar 100 ribu kilometer. Pihak showroom mengklaim angka tersebut asli dan bukan hasil manipulasi.
“Untuk kilometer kita apa adanya,” ujar penjual dalam video ulasannya.
Pada baris kedua, jok belakang juga masih terlihat rapi dan sudah dilengkapi headrest adjustable. Leg room memang tidak terlalu luas, namun masih cukup nyaman untuk penumpang dewasa.
Bagasi Cukup Luas untuk Hatchback
Meski termasuk hatchback kompak, Mazda 2 ternyata memiliki bagasi yang cukup luas. Bagasi masih dilengkapi penutup bawaan yang sering hilang pada mobil bekas lain.
Area bagasi juga memiliki lampu penerangan dan ruang yang dinilai cukup untuk membawa beberapa barang bawaan harian.
Sementara di sektor mesin, kondisi mesin disebut masih halus dan stabil saat dinyalakan. Getaran mesin juga tergolong minim meski usia mobil sudah lebih dari satu dekade.
Cocok untuk Anak Muda yang Cari Mobil Stylish
Mazda 2 dikenal memiliki desain yang lebih sporty dibanding city car lain di kelasnya. Hal itu membuat mobil ini banyak diminati anak muda yang ingin tampil beda tanpa harus membeli hatchback baru dengan harga mahal.
Selain desain, handling Mazda 2 juga cukup terkenal nyaman dan responsif untuk penggunaan dalam kota.
Dengan harga Rp100 jutaan, Mazda 2 bekas 2011 ini menjadi alternatif menarik dibanding membeli mobil LCGC baru yang fiturnya masih terbatas.
Pembeli juga disebut bisa memilih skema kredit dengan tenor tertentu sesuai kemampuan finansial masing-masing.
Editor : M. Helmi Nurhisam