BLITAR KAWENTAR - Isuzu Panther non turbo kembali menjadi perbincangan pecinta mobil diesel bekas. Di tengah naiknya harga mobil bekas keluarga, banyak pengguna justru mulai melirik Panther lawas karena dinilai lebih bandel, irit biaya perawatan, dan nyaman dipakai harian dibanding beberapa rival sekelasnya.
Dalam sebuah video yang diunggah kanal otomotif YouTube, seorang pemilik Isuzu Panther tahun 1996 membagikan pengalaman memakai mobil diesel tersebut selama bertahun-tahun. Ia bahkan secara terang-terangan membandingkan Panther dengan Toyota Kijang LGX yang sama-sama populer di pasar mobil bekas Indonesia.
Menurutnya, alasan utama memilih Isuzu Panther non turbo adalah biaya operasional yang jauh lebih murah. Mulai dari sparepart, servis AC, hingga biaya turun mesin disebut lebih bersahabat dibanding Kijang LGX bensin.
“Kalau LGX itu mahal. Sparepart AC saja beda jauh. Belum lagi kalau turun mesin,” ujarnya dalam video tersebut.
Ia mencontohkan harga komponen AC Panther yang hanya puluhan ribu rupiah per item. Sementara komponen serupa di Kijang LGX disebut bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
Biaya Perawatan Isuzu Panther Dinilai Lebih Murah
Salah satu alasan Isuzu Panther masih diminati adalah harga sparepart yang relatif terjangkau. Pemilik mobil tersebut menyebut piston original Panther hanya sekitar Rp925 ribu. Sedangkan komponen original untuk Kijang LGX diklaim jauh lebih mahal.
Tak hanya itu, mobil diesel lawas tersebut juga dianggap lebih sederhana untuk dirawat. Banyak onderdil copotan tersedia di pasaran sehingga pengguna tidak kesulitan saat melakukan perbaikan.
Ia juga mengaku baru saja melakukan beberapa modifikasi ringan pada Panther miliknya, seperti pemasangan power window, head unit Bluetooth, hingga penggantian sistem AC agar lebih dingin saat dipakai perjalanan jauh.
“AC-nya dingin sekali. Kadang kalau hujan malah enggak tahan dinginnya,” katanya.
Kelebihan lain yang paling disukai adalah karakter mesin diesel Panther yang dinilai kuat dan tahan banting untuk penggunaan harian maupun perjalanan luar kota.
Tarikan Panther Disebut Tetap Responsif
Meski usianya sudah lebih dari dua dekade, Isuzu Panther non turbo disebut masih memiliki tarikan responsif. Pemilik kendaraan mengaku performa mobil meningkat setelah menggunakan cairan aditif diesel dan melakukan perawatan rutin.
Ia juga menepis anggapan bahwa Panther adalah mobil lemah. Menurutnya, banyak pengguna salah memahami karakter mobil diesel lawas tersebut.
“Jangan bilang Panther lemah kalau belum tahu cara rawat dan modifikasinya,” ujarnya.
Namun ia mengingatkan modifikasi berlebihan justru bisa memperpendek usia mesin. Karena itu, ia lebih menyarankan setelan standar tanpa turbo untuk penggunaan harian.
Menurutnya, Panther non turbo memiliki keunggulan dibanding diesel turbo modern karena lebih praktis digunakan. Mesin bisa langsung dimatikan tanpa perlu menunggu pendinginan turbo seperti pada mobil diesel turbo.
Panther Non Turbo Masih Layak Dibeli Tahun 2024
Di tengah maraknya SUV diesel modern seperti Fortuner dan Pajero Sport, Panther lawas ternyata masih punya pasar tersendiri. Faktor keiritan solar, pajak tahunan murah, serta kemudahan perawatan menjadi alasan utama.
Pemilik Panther tersebut mengaku pajak tahunan mobilnya hanya sekitar Rp1,2 juta. Angka itu dinilai jauh lebih ringan dibanding SUV diesel modern dengan kapasitas mesin besar.
Selain itu, mobil diesel non turbo dianggap lebih aman untuk pemakaian jangka panjang karena minim risiko kerusakan turbocharger yang biaya perbaikannya mahal.
“Kalau turbo rusak bisa belasan juta. Panther non turbo lebih santai dipakai,” katanya.
Ia juga menilai mobil diesel Jepang dengan sistem injeksi lebih layak dipilih dibanding mobil bensin karburator lawas yang konsumsi bahan bakarnya lebih boros.
Mobil Diesel Lawas Kembali Diburu
Fenomena naiknya minat terhadap Isuzu Panther menunjukkan mobil diesel lawas masih punya tempat di hati masyarakat Indonesia. Selain terkenal bandel, Panther juga memiliki kabin luas yang cocok dipakai keluarga maupun kebutuhan perjalanan jauh.
Di pasar mobil bekas, harga Panther non turbo saat ini masih cukup stabil. Unit keluaran tahun 1990-an hingga awal 2000-an bahkan mulai diburu kolektor maupun pengguna yang mencari kendaraan murah perawatan.
Dengan kombinasi mesin tangguh, biaya servis terjangkau, dan konsumsi BBM irit, Isuzu Panther non turbo tetap dianggap sebagai salah satu mobil diesel bekas paling worth it di tahun 2024.
Editor : Dinar Ananda Putri